Pemkab Tulungagung Beri Layanan Kesehatan Gratis Gakin

10-advTulungagung, Bhirawa
Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung memberi pelayanan yang mudah,  murah serta gratis terus dilakukan.  Terbukti,  setelah memberi kebijakan pendidikan murah kini pasangan Sahto panggilan pasangan Bupati dan Wakil Bupati Tulungagung  Syahri Muly-Maryoto Birowo ini kini juga menerapkan kebijakan baru yakni pelayanan kesehatan murah bagi warga miskin (Gakin).
Dan,  kebijakan itu tak lain adalah upaya pasangan Sahto ingin mewujudkan visi-misi yang pernah dijanjikan saat dalam pemilukada serta sesuai motto Tulungagung Ayem tentrem Mulyo lan Tinoto. Diharap  pelayanan kesehatan gratis ini nantinya bisa membatu dan  meringankan beban warga miskin,  khususnya warga miskin Tulungagung pada saat keluarganya mendapat musibah sakit.  Dengan begitu,   para Gakin ini  bisa  memanfaatkan pelayanan kesehatan gratis yang ada di puskesmas puskesmas maupun di Rumah Sakit Umum Daerah milik Pemkab Tulungagung itu.
Sementara  pelayanan kesehatan bagi warga miskin ini yakni baik dari yang memiliki kartu Jamkesmas,  Jamkesda maupun warga miskin yang telah ditentukan oleh pemkab akan mendapat pelayanan kesehatan baik pelayanan dasar yang ada di puskesmas maupun pelayanan lanjutan yang ada di RSUD Tulungagung yakni mulai dari rawat inap dan rawat jalan.  Dan,   sesuai prosedur yang sudah ditentukan pelayanan kesehatan para warga miskin ini berada di ruang kelas tiga.
“Sesuai prosedur,   pelayanan kesehatan gratis bagi pasien warga miskin diruang kelas tiga,  Dan semoga saja kebijakan Pemerintah Kabupaten ini bisa dimanfaatkan dengan sebaik mungkin para Gakin,” kata Bupati Tulungagung Syahri Mulyo SE,  MSi melalui Direktur RSUD Dr Iskak Tulungagung Dr Supriyonto Sp.B pada Bhiarawa,  kemarin.
Di RSUD dokter Iskak,  lanjut dokter spesialis bedah ini,  memiliki sebanyak 394 tempat tidur untuk pasien rawat inap.  Dari 394 tempat tidur yang dimiliki RSUD Dr Iskak itu dan yang 35 persenya dipergunakan rawat inap bagi pasien warga miskin.
“Dari jumlah tempat tidur yang ada di RSUD Dr Iskak,  35 persennya murni untuk pelayanan rawat inap bagi warga miskin,”jelasnya.
Supriyanto menambahkan,  dalam pelayanan kesehatan warga miskin ini dijamin tidak ada pembedaan dalam hal pemeriksaan maupun pengobatan.    Hal tersebut karena pihaknya sudah memiliki standat prosedur penanganan pasien sesuai spesialisasinya masing-masing.  ”Jadi,  tidak akan ada pembedaan dalam pemeriksaan maupun pengobatan bagi pasien warga miskin,”terangnya. [adi.adv*]

Keterangan Foto : Pelayanan kesehatan Gakin tetap maksimal dan tanpa Perbedaan

Tags: