Nama Pimpinan Dewan Definitif Tulungagung Belum Diserahkan Gubernur

7-FOTO OPEN  wed-mobil komisiTulungagung, Bhirawa
Sekretariat DPRD Tulungagung sampai Senin (22/9) kemarin belum juga menyerahkan nama-nama pimpinan dewan definitif ke Gubernur Jatim. Padahal penetapan nama-nama pimpinan dewan definitif tersebut sudah ditetapkan dalam rapat paripurna DPRD Tulungagung, Sabtu (13/9) lalu.
Sekretaris DPRD (Sekwan) Tulungagung, Drs Budi Fatahillah Mansyur MSi pada Bhirawa, Senin (22/9), mengungkapkan belum dikirimnya nama-nama pimpinan dewan definitif ke Gubernur Jatim karena masih terkendala belum lengkapnya berkas. “Kami masih menunggu dua surat rekomendasi dari DPP PDI Perjuangan dan DPP Partai Hanura. Sampai sekarang belum kami terima,” ujarnya.
Kelengkapan berkas surat rekomendasi dari DPP tersebut, menurut Budi Fatahillah, sangat diperlukan sebelum mengirim berkas ke Gubernur Jatim melalui Bupati Tulungagung. “Kalau belum lengkap belum bisa dikirim,” tuturnya.
Dalam rapat paripurna DPRD Tulungagung, Sabtu (13/9), telah ditetapkan pimpinan DPRD Tulungagung definitif. Keempat pimpinan tersebut Supriyono SE MSi dari PDI Perjuangan sebagai Ketua, Agus Budiarto dari Partai Gerindra sebagai Wakil Ketua, Adib Makarim SAg MH dari PKB sebagai Wakil Ketua dan Imam Kambali Sedari Partai Hanura sebagai Wakil Ketua.
Menurut Budi Fatahillah baru dari DPP PKB dan dari DPP Partai Gerindra yang menyerahkan surat rekomendasinya untuk menempatkan masing-masing Adib Makarim dan Agus Budiarto sebagai pimpinan DPRD Tulungagung. “Yang lainnya belum. Mungkin yang PDI Perjuangan bisa jadi baru akan diserahkan hari ini (kemarin). Ini karena PDI Perjuangan baru rakernas,” tuturnya lagi.
Mantan Camat Kota Tulungagung ini tidak mengelak jika molornya pengiriman berkas nama pimpinan dewan definitif ke Gubernur Jatim membuat agenda kedewanan tersendat. Termasuk pembentukan alat kelengkapan dewan lain selain pembentukan fraksi.
Bahkan mobil-mobil dinas untuk komisi di DPRD Tulungagung saat ini terlihat mangkrak di halaman kantor dewan karena belum bisa dibagikan pada anggota dewan yang terhormat itu. “Mau bagaimana lagi mobil-mobil itu baru bisa dibagikan setelah terbentuk komisi-komisi. Sekarang kan belum jadi mobilnya tetap di tempat parkir,” timpal Budi Fatahillah.
Dibeberkan Budi Fatahillah untuk kendaraan dinas berupa mobil yang kini sudah diserahkan adalah mobil dinas untuk fraksi-fraksi. Itu pun masih kurang satu mobil dinas. “Ini karena dulu fraksinya hanya tujuh. Sekarang menjadi delapan fraksi jadi kurang satu. Fraksi PDI Perjuangan yang belum mendapat, sebab yang untuk mereka diberikan pada Fraksi Gabungan,” jelasnya. [wed]

Keterangan Foto : Mobil-mobil dinas untuk komisi di DPRD Tulungagung dibiarkan mangkrak dan belum bisa diserahkan pada yang berhak menggunakan karena belum terbentuk komisi-komisi di lembaga wakil rakyat itu. [wed/bhirawa]

Tags: