Mantan Ketua Golkar Dieksekusi Kejari Nganjuk

21-parman -Anggota Golkar-ris-1Nganjuk, Bhirawa
Mantan ketua DPD Partai Golkar Nganjuk, Kolonel (Purn) Suparman (67) dieksekusi ke Rumah Tahanan (Rutan) kelas IIB Minggu (21/9) kemarin oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Nganjuk. Terpidana kasus pembunuhan terhadap Drs Adam Malik, Wakil Sekretaris DPD Partai Golkar Nganjuk itu, sempat buron selama dua tahun lebih.
Dalam putusan kasasi Mahkamah Agung (MA) Nomor 823 K/Pid/2011 menyatakan terdakwa I (Suparman Bin Parjan) dan Terdakwa II (Sunarji SH Bin Sumarjo) telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana Secara bersama-sama melakukan pembunuhan berencana dan secara bersama-sama melakukan penggelapan. Karena itu MA menjatuhkan pidana terhadap Suparman dan Sunarji dengan pidana penjara masing-masing selama delapan belas tahun dan memerintahkan agar terdakwa ditahan.
Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejaksaan Negeri Nganjuk, Anggi Digdo SH menjelaskan, sejak putusan kasasi para terdakwa kabur meninggalkan Nganjuk. Pihak Kejaksaan yang bertugas melaksanakan eksekusi putusan MA melakukan pengejaran selama dua tahun lebih. Kemudian diketahui Suparman selama ini berada di Malang dan kemudian dilakukan penangkapan.
Suparman yang kini sudah sakit-sakitan dan tak lagi dapat melihat langsung digiring ke Rutan Nganjuk. Dengan mengenakan rompi kuning dan tongkat untuk membantu berjalan, Suparman dijebloskan sel orientasi. ”Sesuai putusan MA, hukuman penjara selama delapan belas tahun, sebelumnya Suparman diputus bebas oleh Pengadilan Negeri (PN) Nganjuk dan Pengadilan Tinggi (PT) Jatim. Setelah jaksa mengajukan kasasi, para terdakwa diputus bersalah,” terang Anggi.
Sementara itu, Sunarji pelaku pembunuhan lainnya yang juga divonis 18 tahun penjara hingga kini tak diketahui keberadaanya. Bahkan pihak Kejaksaan mengaku kesulitan mencari lokasi persembunyian Sunarji.
Sekadar diketahui Mantan Wakil Ketua DPRD Nganjuk Periode 2004-2009 Suparman dan mantan anggota DPRD Sunardji duduk divonis bersalah oleh MA, setelah sebelumnya divonis bebas oleh PN Nganjuk. Kedua mantan anggota dewan itu dinyatakan bersalah karena ikut melakukan perencanaan pembunuhan terhadap Sekretaris II Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Golkar Nganjuk , Adam Malik pada 24 Mei 2002 silam. Kasus pembunuhannya sendiri terjadi di kawasan hutan Waduk Kalibening Saradan Madiun.
Dalam dakwaan jaksa, Suparman yang saat itu menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Nganjuk kemudian menyuruh tiga orang, yakni Sukarno, Imam Basori dan Momok untuk menghabisi nyawa Adam Malik di sekitar Waduk Bening, Saradan, Kab Madiun. Setelah tugas yang diembannya rampung, ketiga orang pelaku pembunuhan itu dijanjikan bayaran Rp50 juta dari Suparman dan Sunardji. [ris]

Keterangan Foto : Suparman mantan Ketua DPD Partai Golkar  berada di Rutan kelas IIB Nganjuk sesaat setelah ditangkap di Malang.(ristika/bhirawa)

Tags: