Lapangan Pacuan Kuda Diharapkan Bangkitkan Perekonomian Rakyat

Salah satu joki memacu kudanya menuju di garis finish pada ajang Kejurnas Bupati Pasuruan Cup, Minggu (21/9). Dimilikinya pacuan kuda di Kabupaten Pasuruan akan mempercepat perekonomian rakyat sekitar sekaligus jadi area wisata kuda di Jatim.

Salah satu joki memacu kudanya menuju di garis finish pada ajang Kejurnas Bupati Pasuruan Cup, Minggu (21/9). Dimilikinya pacuan kuda di Kabupaten Pasuruan akan mempercepat perekonomian rakyat sekitar sekaligus jadi area wisata kuda di Jatim.

Pasuruan, Bhirawa
Kejurnas pacuan kuda yang bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Kabupaten Pasuruan ke-1.085 akhirnya dilaksanakan di lapangan Pacuan Kuda Ki Ageng Astrojoyo, Desa Coban Joyo Kecamatan Kejayan Kabupaten Pasuruan.
Dimilikinya lapangan pacuan kuda di wilayah Kabupaten Pasuruan yang terpanjang di Jatim ini diharapkan akan berdampak positif pada perekonomian masyarakat sekitar, utamanya rakyat Kabupaten Pasuruan. Pasalnya, pacuan kuda itu selain akan memacu perekonomian rakyat sekitar, juga akan jadi area wisata kuda terbesar di Jatim.
“Yang jelas pembangunan lapangan pacuan kuda ini akan membangkitkan perekonomian lokal karena bisa menyerap tenaga kerja sekaligus menjadi tempat wisata baru. Seperti merawat kuda dan lain sebagainya,” jelas Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf kepada sejumlah wartawan, Minggu (21/9).
Ketua Pelaksana Kejurnas Pacuan Kuda Bupati Cup, Atok Ilah mengatakan Kejurnas pacuan kuda yang dilaksanakan pada 20-21 September 2014 itu diikuti oleh 207 kuda di area Pulau Jawa. Peserta berasal dari Jogjakarta, Salatiga, Purwakarta, Bandung dan wilayah lainnya.
“Olahraga berkuda di wilayah Jawa Timur akhirnya dapat aktif kembali. Ratusan peserta kejurnas ini ramaikan pacuan kuda Bupati Cup. Kejurnas ini juga sekaligus memperingati Hari Jadi Pasuruan Kabupaten Pasuruan ke-1.085,” kata Atok Ilah.
Berbagai macam kelas dalam Kejurnas pacuan kuda digelar yakni kelas dengan lintasan sejauh 1.000 meter hingga 2.000 meter. Dipilihnya Kabupaten Pasuruan sebagai tuan rumah lantaran memiliki arena pacuan terpanjang di Jatim, yakni sepanjang 1.200 meter.
“Dua tahun ini pacuan kuda tingkat nasional tidak dapat diselenggarakan di Jawa Timur. Kami berharap, event kejurnas Bupati Cup ini nantinya dapat memotivasi kembali para penggemar kuda dan pemilik kuda yang selama ini tidak memiliki wadah untuk menyalurkan bakat dan hobinya,” papar Atok Ilah.
Salah satu peserta asal Kabupaten Pasuruan, Pramono mengatakan even Kejurnas pacuan kuda Bupati Cup tersebut diyakini akan menggairahkan kembali atlet-atlet pemula.
“Di kesempatan inilah, atlet-atlet muda bisa tampil unjuk gigi menggerakkan pacuan kudanya di area balap kuda. Dengan demikian, mereka nantinya juga akan bersaing dengan atlet-atlet yang sudah lama,” terang Pramono. [hil]

Tags: