Kejari Kota Kediri Intensif Penyidikan Ruko Brawijaya

Kasi pidana khusus Kejaksaan Negeri Kota Kediri, SundayaKota Kediri, Bhirawa
Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Kediri semakin intensif menyidik kasus dugaan korupsi persewaan Ruko Stadion Brawijaya Kota Kediri. Ada dugaan penyalahgunaan uang sewa rumah toko di areal Komplek Stadion Brawijaya, yang disinyalir tak pernah disetorkan ke kas daerah.
Selain menyelidiki dugaan penyalahgunaan wewenang, kejaksaan juga menindaklanjuti temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang menyebutkan uang sewa Ruko di Stadion Brawijaya tak masuk ke kas pendapatan daerah.
”Kami masih mengumpulkan barang bukti dan modusnya penyalahgunaan wewenang, dan diduga Hasil penyewaan itu tidak pernah disetorkan , penelidikan ini untuk penyelamatan uang negara dan nantinya kami sarankan agar pemkot mengambil alih pengelolaan ruko itu,” kata Kajari Kota Kediri, Amiek Mulandari
Sementara hingga penyidik sudah memeriksa 51 saksi dari pengelola maupun penyewa termasuk pegawai Dinas Pendapatan Kota Kediri. Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidana Khusus) Kejari Kota Kediri, Sundaya SH mengatakan, untuk kerugian negara hingga kini  masih diaudit BPK. Mulai tahun 2010 hingga akhir 2013, kerugian sudah mencapai Rp600 juta.
Seharusnya, anggaran dari hasil sewa itu diserahkan ke Pemkot sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah.
”Dari pengumpulan data dan keterangan selama ini kami baru menetapkan satu tersangka yakni Tri Waspodo mantan Direktur PD BPR Kota Kediri. Tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka lain yang terjerat,” kata Sundaya.
Untuk diketahui, Ruko Brawijaya Kediri sudah berdiri sejak 2005 lalu dengan luas tanah 3 koma 575 meter persegi. Permasalahan ini sebenarnya sudah terjadi sejak lama, ini terlihat dari hasil audit BPK yang menyoroti masalah itu. [Mb2]

Keterangan Foto : Kasi pidana khusus Kejaksaan Negeri Kota Kediri, Sundaya.

Tags: