Hari Ini 54 Calon Dewan Pendidikan Paparkan Karya Tulis

27-logo-dewan-pendidikanDewan Pendidikan Surabaya, Bhirawa
Seleksi Dewan Pendidikan Surabaya berlanjut sampai pada tahap pemaparan karya tulis seputar pendidikan. Mulai  Kamis (18/9) hari ini hingga Jumat (19/9) besok, secara bertahap ke-54 calon yang sudah lolos seleksi administrasi akan dihadapkan secara langsung dengan lima Panitia Seleksi (Pansel) Dewan Pendidikan.
Seperti diketahui, kelima Pansel tersebut antara lain, Prof Muchlas Samani (Mantan Rektor Unesa), Prof Zainudin Maliki (Ketua Dewan Pendidikan Jatim), Agus Widiarta (Ketua Ombudsman RI Jatim), Seger Handoyo (Dekan Psikologi Unair) dan Deni Wicaksono (Anggota Komisi Pelayanan Publik Jatim). Dalam proses pemaparan, masing-masing calon anggota Dewan Pendidikan akan mendapat waktu selama 20 menit, 15 menit paparan, dan lima menit tanya jawab.
“Kami persilakan siapapun yang ingin melihat proses ini. Masyarakat bisa ikut menyaksikan,” kata Ketua Pansel Dewan Pendidikan Surabaya Prof Muchlas Samani saat dihubungi, Rabu (17/9).
Tahap pemaparan ini akan digelar di Kantor Dinas Pendidikan (Dindik) Surabaya mulai pukul 08.00 hingga 19.30. Muchlas mengatakan, seleksi ini akan menentukan 22 nama yang akan dipilih dan diajukan ke Wali Kota Surabaya. Untuk itu, Pansel akan benar-benar selektif menentukan 22 nama melalui tahap ini. Jika dalam pemaparan terdapat hal-hal yang perlu diperjelas, Pansel berhak mempertanyakan kembali. Termasuk sumber karya tulis yang sudah dikirim ke Pansel. Apakah benar-benar otentik atau hanya plagiat. “Kami ingin mendengar pendapat para calon. Mereka semua orang yang pintar, jadi kami tidak akan terlalu banyak bertanya apalagi mendebatnya,” kata dia.
Saat mengajukan 22 nama ke wali kota, pihak Pansel akan melampirkan penilaian dan diskripsi masing-masing calon. Namun demikian, Muchlas mengaku Pansel tidak akan merangking ke-22 nama tersebut. “Pemilihan 11 anggota Dewan Pendidikan itu hak prerogratif wali kota. Kami tidak ingin mendiktenya dengan perangkingan. Biar wali kota menilai sendiri dengan dasar diskripsi yang diberikan pansel,” tutur dia.
Pansel Dewan Pendidikan Surabaya lainnya Prof Zainuddin Maliki menambahkan, masing-masing anggota Pansel akan memegang lembaran skoring yang berisi aspek-aspek penilaian. Kalau sudah pemaparan, skoring ini akan didiskusikan dengan semua anggota.
Pansel akan melihat pengetahuan dari 54 calon tentang dunia pendidikan. Dari hasil paparan itu diharapkan bisa diketahui seberapa peduli mereka terhadap pendidikan dan komitmennya dalam pengembangan mutu pendidikan, khususnya yang ada di Surabaya.
Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya ini menjelaskan, rekam jejak peserta juga diperhitungkan. Seberapa banyak calon ini sudah berbuat untuk persoalan pendidikan, punya poin tersendiri. ” Kalau selama ini ada problem pendidikan, terus calon ini diam saja. Itu tidak peduli namanya. Respon terhadap wacana pendidikan bisa banyak hal, salah satunya bisa melalui buku atau tulisan opini,” katanya. [tam]

Tags: