Enam Pelajar Bolos Terjaring Razia di Warkop

30- pelajar bolos (2)Kecamatan Jambangan, Bhirawa
Operasi pelajar bolos sekolah semakin intensif dilakukan Pemkot Surabaya. Senin(29/9) kemarin,enam pelajar dari SMA Negeri maupun swasta terjaring dalam razia di sejumlah warung internet dan warung kopi di daerah Pagesangan dan Jambangan. Razia tersebut dilakukan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Jambangan.
Kasitrantib Kecamatan Jambangan, Sri Indra Mulyono mengatakan, razia kali ini mendapati pelajar sedang asyik di tempat warnet dan warung kopi saat jam belajar masih berlangsung di sekolahnya.
” Keenam pelajar ini terjaring saat berada di warnet Jalan Jambangan Agung dan warkop daerah Pagesangan Asri. Para pelajar yang terjaring razia ini langsung kita bawa ke Kecamatan Jambangan untuk ditindak lebih lanjut serta memanggil orang tua dan guru masing-masing sekolahnya,” kata Sri Indra di kantor Kecamatan Jambangan saat mendata pelajar.
Dari keenam pelajar ini, tambahnya, rata-rata dari SMA Negeri favorit di Surabaya. antara lain dua pelajar dari SMAN 15, SMAN 10 ada tiga pelajar, dan SMK PGRI 14 yang terletak di Karang Pilang satu pelajar.  ” Kami mendapati satu tiga pelajar yang membolos di salah satu bilik warnet, itu langsung kita angkut,” tambahnya.
Ketika ditanya, pelajar tersebut mengaku memang sudah selesai sekolah. Padahal saat itu masih sekitar jam 10.00 WIB, akhirnya pihak Satpol PP mengharuskan memanggil gurunya serta orang tua masing-masing.
Salah satu guru SMAN 15 Surabaya saat menjemput siswanya, mengatakan untuk terus memantau murid-muridnya ini. Apalagi, kalau sudah terjaring razia, pihaknya lebih mewanti-wanti muridnya untuk tetap masuk sekolah meskipun terlambat.
” Seharusnya suruh nahan di sini pak, biar kapok,” kata guru SMA 15 Surabaya pada Kasitrantib Kecamatan Jambangan.
Pelajar dari SMK PGRI 14 Karang Pilang, Hangger Mikli mengatakan alasannya tidak masuk sekolah karena terlambat. Pelajar yang masih kelas XI ini mengaku, kalau terlambat sekolah itu disuruh menunggu sampai pulang sekolah.
” Lah kalau disuruh nunggu sampai jam sekolah selesai, ya mending pulang saja mas. Itu semua tergantung gurunya masing-masing ada yang enak ada yang gak enak,” terang Hangger seusai dijemput temannya.
Dijelaskannya, razia pelajar ini sebagai bentuk tanggapan atas keresahan masyarakat. Tidak sedikit pengunjung terutama pelajar yang menyalahgunakan fungsi warnet dan warkop. Kedepan, pihak Satpol PP Kecamatan Jambangan akan memanggil orang tua dan gurunya. ”  Bagi yang mengaku saudara harus membawa KSKnya untuk memastikan betul-betul saudaranya kalau memang orang tua kerja. Kan bisa saja tukang becak yang kesini yang mengaku orang tuanya,” papar Sri Indra. (geh)

Keterangan Foto : Petugas ketika memproses pelajar yang terjaring razia di warkop dan warnet di kantor satpol pp. [geh/bhirawa]

Tags: