Double Track Jakarta – Surabaya Belum Optimal untuk Angkutan Barang

Aktivitas Pelabuhan Tanjung Perak. Pemprov Jatim mendesak Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk segera melanjutkan pembangunan double track hingga Pelabuhan Tanjung Perak untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di moda darat.

Aktivitas Pelabuhan Tanjung Perak. Pemprov Jatim mendesak Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk segera melanjutkan pembangunan double track hingga Pelabuhan Tanjung Perak untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di moda darat.

Pemprov, Bhirawa
Meski jalur kereta api double track Jakarta – Surabaya sudah resmi tersambung sejak 3 September 2014 lalu, ternyata keberadaannya masih belum optimal untuk angkutan barang, khususnya yang ke Pelabuhan Tanjung Perak. Sebab jalur double track tersebut hanya berhenti di Stasiun Pasar Turi Surabaya.
Untuk itu, Pemprov Jatim mendesak Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk segera melanjutkan pembangunan double track hingga Pelabuhan Tanjung Perak. Panjang jalur kereta api antara Pasar Turi  – Tanjung Perak ini sekitar delapan kilometer.
Kepala Dinas Perhubungan dan Lalu Lintas Angkutan Jalan (Dishub dan LLAJ) Provinsi Jatim Ir Wahid Wahyudi mengatakan, Pemprov Jatim telah beberapa kali mendesak agar pembangunan double track Pasar Turi – Tanjung Perak segera diteruskan. Karena sejak diresmikannya jalur ganda ini masih belum bisa digunakan untuk mengangkut kontainer hingga ke Tanjung Perak.
“Dirjen Perkeretaapian janji katanya jalur double track Pasar Turi – Tanjung Perak akan dibangun pada 2015 mendatang. Mudah-mudahan janji itu ditepati karena memang sangat kita butuhkan. Kalau sudah sampai Perak, akan sangat mengurangi beban angkutan barang di jalur Pantura,” kata Wahid dikonfirmasi, Minggu (28/9).
Di Pulau Jawa, lanjutnya, jalur angkutan barang yang paling padat ada di Pantura. Padahal jika satu rangkaian kereta api biasanya mengangkut hingga 40 kontainer, itu artinya bisa menekan jumlah 40 trailer yang melewati jalur Pantura.
“Bayangkan saja, kalau satu hari ada lima rangkaian kereta api dan masing-masing rangkaian membawa 40 kontainer jumlahnya bisa mencapai 200 kontainer. Itu kan bisa menekan jumlah angkutan barang yang melintas di Pantura. Kalau sekarang masih belum bisa karena masih berhenti di Pasar Turi,” ungkapnya.
Wahid memiliki mimpi, nanti kontainer yang dibawa kereta api bisa langsung masuk ke Pelabuhan Rakyat Kalimas, di Dermaga Berlian, Dermaga Mira di Tanjung Perak dan terkoneksi dengan Pelabuhan Teluk Lamong. Saat ini, sebenarnya jalur-jalur tersebut sudah ada tinggal diaktifkan lagi.
“Jalur Pasar Turi – Kalimas sekarang masih single track. Dari Kalimas – Prapat Kurung sekarang sudah double track, dan dari Prapat Kurung – Dermaga perlu dilakukan reaktivasi karena tidak berfungsi dengan baik. Sementara jalur Perak – Teluk Lamong sudah terkoneksi dengan konsep monorel,” jelasnya.
Manager Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, Sumarsono, mengatakan, dengan tersambungnya jalur rel ganda dapat menyingkat waktu perjalanan Jakarta-Surabaya dari 11 jam menjadi 9 jam saja. Dengan selesainya pembangunan jalur double track perjalanan kereta api kecepatan bisa dimaksimalkan dan dipacu hingga 100 km per jam.
Dikatakannya, pembebasan lahan sudah tuntas beberapa waktu lalu dan jalur kereta api ganda tersebut kini selesai dikerjakan. Dengan begitu awal September 2014 sudah bisa dioperasikan dengan menggunakan grafik (jadwal) perjalanan kereta api yang baru.
Jalur double track kereta api (KA) Jakarta-Surabaya sepanjang 727 Km memang ditargetkan selesai akhir 2013 dan rencananya operasional perdana proyek pemerintah ini dimulai Juli 2014 tetapi baru terlaksana pada awal September 2014. [iib]

Tags: