Dinkop Surabaya Optimis Bangun Lima Sentra PKL

Sentra-PKLDinkop Surabaya, Bhirawa
Pemkot Surabaya melalui Dinas Koperasi dan Usaha, Mikro, Kecil dan Menengah (Dinkop & UMKM) Kota Surabaya mematok target jika tahun ini bisa merampungkan pembangunan 10 sentra PKL. Walau ada sisa waktu empat bulan, namun target itu optimis tercapai.
Kepala Dinkop & UMKM Surabaya Hadi Mulyono mengatakan, pihaknya termotivasi untuk menyelesaikan pembangunan sentra UKM baru tersebut setelah mendapatkan arahan dari Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Wali Kota menyampaikan bahwa kinerja dinas itu lamban karena dinilai kurang maksimal dalam menjalankan programnya.
“Kalau ingin berkembang dengan baik, masyarakat harus makan ditempat-tempat yang sudah disediakan. Artinya sama-sama berkontribusi, akhirnya bisa ditarik kesimpulan suksesnya pembangunan bukan hanya dipemerintah, tetapi pemerintah dan stekholder termasuk masyarakat bersama-sama,” kata Hadi Mulyono, Minggu (21/9).
Menurut dia, dari sisi pelaksanaan, pembangunan 10 sentra PKL tersebut sebenarnya terus memperlihatkan progres. Bahkan, sudah ada tiga sentra PKL yang sudah dibangun. Yakni di Gunung Anyar, Siwalankerto dan Krembangan. ” Sementara untuk sentra PKL yang di Deles MERR dan Jajar Tunggal (Wiyung), masih dalam proses pembangunan dan sudah hampir jadi,” tambahnya.
Namun yang akan dibangun ada di Klampis Ngasem, Babatan Pratama, Kembang Kuning, Manukan dan Wonorejo (Rungkut). Dia menyebut dalam membangun sentra PKL, yang perlu diperhatikan selain pemanfaatannya adalah soal status lahan. “Kendalanya berkaitan dengan lahan. Jangan sampai kita terganggu. Misalnya harus membangun di lahan yang ada bangunannya. Dan sudah memiliki kajian-kajian terkait tempatnya,” sambung dia.
Sayangnya, banyak pihaknya yang meragukan jika dalam waktu empat bulan ini sanggup membangun 7 sentra PKL lainnya. Selain itu, sentra PKL yang ada, banyak yang mangkrak. Seperti di Manukan Kulon, Semolowaru, Pakal, dan sentra PKL Urip Sumohardjo (foodcourt). Sebenarnya masih banyak sentra PKL yang tak berfungsi dan pembangunannya sia-sia alias menghambur-hamburkan uang. Tentu saja wali kota sempat menyorot kinerja dinas tersebut.
“Yang mati-mati itu pasti salah urus, misalnya pihak yang tidak berkepentingan ingin mengelolanya, sehingga orang-orang yang tidak memiliki profesi pedagang juga masuk,” imbuhnya.
Selain itu, dalam waktu dekat ini pihaknya yakin akhir tahun 2014 bisa selesai 10 pembangunan sentral PKL. Dua sentral sudah jadi, tiga sentral hampir finish dan yang lima ini masih tahap pengukuran. ” jadi kelima sentral PKL ini akhir bulan September mulai dibangun insyaallah akhir Desember sudah selesai. Saya sebagai kepala dinas yang bertanggung jawab,” tegasnya. (geh)

Tags: