Dindik Jatim Tarik 22 Ribu SKHUN Kejar Paket C

Foto: ilustrasi

Foto: ilustrasi

Dindik Jatim, Bhirawa
Layanan terhadap pendidikan kesetaraan benar-benar mengecewakan. Betapa tidak, setelah pembagian ijazah terlambat, pengisian Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional (SKHUN) kejar paket C ternyata juga amburadul. Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim pun terpaksa harus menarik kembali SKHUN yang telah diterima Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM).
Tidak hanya satu dua, tapi 22 ribu SKHUN peserta kejar paket C gelombang pertama yang sudah dibagikan ternyata keliru. Kekeliruan terjadi dalam pengisian nilai. Tidak hanya itu, nomor register SKHUN yang dibagikan juga tidak sama dengan nomor register yang ada di ijazah siswa.
Fakta ini disampaikan oleh Ketua Forum PKBM Surabaya Imam Rochani. Pemilik PKBM Budi Utama di kawasan Karah tersebut menyebutkan, hingga kini permasalahan SKHUN yang keliru itu tak jelas ujungnya. “Setelah kami cek, SKHUN itu ternyata banyak kesalahan. Nilai UN peserta di SKHUN berbeda dengan nilai yang diumumkan oleh Dindik Jatim,” tutur Imam saat ditemui di kantornya Senin, (29/9).
Imam menjelaskan, ketika dirinya menerima SKHUN tersebut dia langsung melakukan kroscek pada lembar keterangan kelulusan yang diberikan oleh Dindik Jatim. Dari lembar tersebut ternyata nilainya banyak yang tertukar. Yakni nilai Bahasa Indonesia tertukar dengan nilai Bahasa Inggris. Nilai Bahasa Indonesia dituliskan di kolom nilai Bahasa Inggris, dan begitu pula sebaliknya. Namun ternyata kejadian ini bukan hanya terjadi di Surabaya. Melainkan juga di semua PKBM di Jatim.
Karena adanya kesalahan tersebut, dia dan segenap Ketua PKBM di Jatim segera melapor. Terkait hal ini, pihaknya sangat menyayangkan adanya kekeliruan dalam pencetakan blanko SKHUN tersebut. Karena pembagian SKHUN ini sudah ditunggu para lulusan sejak dua bulan yang lalu. ” Dari pengumumannya saja sudah terlambat, sekarang ijazah dan juga pembagian SKHUN pun terlambat. Banyak peserta yang mulai resah lantaran hingga kini belum menerima ijazah dan SKHUN nya,” imbuhnya.
Sementara itu, Kabid Pendidikan Non Formal Informal (PNFI) Dindik Jatim Abdun Nasor membenarkan terjadinya penarikan lembar SKHUN dari PKBM di seluruh Jatim, khususnya untuk program paket C. Namun hal itu telah diatasi dengan menarik seluruh SKHUN yang telah berada di PKBM. Saat ini, pihak Dindik sendiri juga masih menunggu hasil perbaikan yang sudah diajukan sejak awal bulan ini.
“Kami ini hanya menerima master dan mencetaknya saja. Proses penilaian hingga menjadi master file ditangani oleh Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) Balitbang Kemendikbud. Kami hanya menerima saja,” ungkapnya.
Nasor optimistis persoalan ini akan segera teratasi. Pasalnya, saat ini proses cetak ulang untuk lembar SKHUN yang keliru sudah dilakukan. Jika sudah selesai cetak, tidak lama lagi akan diberikan kepada seluruh PKBM di Jatim. “Penarikan hanya untuk SKHUN paket C gelombang pertama. Yang lainnya tidak masalah,” pungkasnya. [tam]

Tags: