Dewan Sampang Pertanyakan Kontrak TPS Srimangunan

lis- proyek tempat penampungan sementara pasar srimangunan sampangSampang, Bhirawa
Proyek pembangunan Tempat Penampungan Sementara (TPS) Pasar Srimangunan terus mendapat sorotan tajam, setelah dipertanyakan anggaran yang dianggap cukup fantastis kemudian di temukannya pekerjaan yang tidak sesuai RAB, kali ini wakil rakyat mempertanyakan pola sub kontrak pelaksana pembangunan TPS.
Moh Anwar, salah satu anggota DPRD Sampang, Kamis (25/9), mengatakan terkait dugaan pola sub kontrak pelaksana proyek pembangunan TPS Pasar Srimangunan sudah melanggar perpres nomor 70 tahun 2012 tentang pengadaan baranga/jasa.
“Dalam perpres pengadaan barang dan jasa sub kontrak di lapangan itu dilarang jadi jika selama ini dalam pengerjaan proyek TPS pasar Srimangunan ada yang membenarkan pinjam bendera itu tidak benar bahkan dalam waktu dekat pihak nya akan melakukan pemanggilan,” tegas politisi PDI-P.
Anwar lebih lanjut mengatakan, proyek yang diperkirakan menelan biaya 2,5 M dari anggaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah(BPBD) itu, pelaksananya adalah CV Burung nuri tapi penanggung jawab pekerjaan adalah Djamad Badrun pemilik PT Sila indah bahkan di tengarai ada sekitar 16 CV yang terlibat alias gandol.
Sementara Wisnu, kepala BPBD Sampang, membenarkan jika pelaksanaan tersebut merupakan pinjam bendera CV burung nuri, karena CV tersebut yang memenuhi kualifikasi terkait pekerjaan proyek TPS. Saat dintanyai 16 CV yang gandol dalam pekerjaan proyek TPS tersebut, Wisnu engan menjalaskan terlalu jauh, karena hal itu bukan ranahnya. [lis]

Keterangan Foto : Proyek-tempat-penampungan-sementara-pasar-srimangunan-sampang. [lis/bhirawa]

Tags: