Demo Karaoke Striptis di Kota Malang Nyaris Ricuh

demokaraokeKota Malang, Bhirawa
Demo menolak keberadaan karaoke striptis, dihalaman Balai Kota Malang, yang dilakukan oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), [Kamis 18/9] kemarin nyaris ricuh. Kejadian itu dipicu keinginan mahasiswa untuk masuk ke halaman Balaikota Malang yang sempat di tolak oleh petugas.
Para mahasiswa itu,  sempat bentrok dengan aparat kepolisian dan Satpol PP. Namun akhirnya mereka yang membawa atribut HMI dan sejumlah poster penolakan keberadaan karaoke striptis berhasil masuk di halaman Balaikota Malang.
Diantara  mereka ada yang masuk balaikota  dengan cara melompati pagar. Sedangkan yang lain, masuk lewat pagar. Sehingga mereka bisa masuk dengan mudah dan menduduki Balaikota Malang.
Para mahasiswa ini,  memaksa masuk untuk menemui Wali Kota H.Mohammad  Anton, guna melakukan dialog secara langsung. Namun sayang walikota yang dia cari itu tidak ada ditempat, karena sedang ada di  Jakarta, mereka akhirnya hanya melakukan orasi di  lobi balaikota.
Sahlawi, korlap aksi mengutarakan jika pihaknya ingin menanyakan keseriusan walikota Malang, dalam menegakan aturan, sehingga kemaksiatan tidak menjamur di kawasan Kota Pendidikan itu.
“Saya ingin ketemu dengan Pak Walikota, mengapa di Kota Malang  ini ada karaoke striptis, ini sangat bertentangan dengan Kota Pendidikan, karena itu kami menuntut agar ijin karaoke amoral itu dicabut,”terangnya.
Dikatakan dia, walikota Malang harus mempertimbangkan tidak memperpanjang perijinan karaoke nakal. Sebab akan berdampak pada moral generasi muda yang ada di Kota Malang.
” Kenapa kami ingin agar pemkot meninjau ijin karaoke nakal,  karena  mereka sering menyuguhkan tarian striptis pada para pengunjungnya. Ini dilakukan secara terselubung makanya harus diambil tindakan tegas,”tuturnya.
Sementara itu, menyikapi tuntutan para pendemo,  Kepala Satpol PP Kota Malang, M Subkhan berjanji akan menampung aspirasi tersebut, dan akan segera menyampaikan kepada Wali Kota Malang selaku pimpinannya. “Kami akan menyampikan tuntutan teman-teman mahasiswa, kepada pimpinan. Bapak Walikota dan Wawali sedang tidak di Malang,” katanya.
Mendengar jawaban semacam itu, mahasiswa dari HMI ini tidak terima mereka  merasa kesal. Sambil  membubarkan diri mereka  berjanji  akan kembali untuk audiensi dengan Walikota Malang  H.Mohammad Anton.
Secara terpisah, anggota DPRD Kota Malang Arif Wicaksono, menyatakan pihaknya mendukung tuntutan mahasiswa. Sebab karaoke dengan telanjang itu sudah merusak moral. Pemkot seharusnya tanggap masalah ini.
‘Saya mendukung gerakan teman-teman mahasiswa, jangan sampai di Kota Malang ini ada tempat karaoke yang menyajikan tarian telanjang. Ini sangat bertentangan dengan ajaran agama dan budaya masyarakat Kota Malang,”tuturnya.
Menurut Arif yang calon Ketua DPRD Kota Malang itu, semua orang berhak melakukan usaha di Kota Malang, tetapi jika menyimpang dari ketentuan sudah selayaknya tidak diberi ijin. [mut]

Tags: