Bayi Telantar Berpenyakit Khusus Diserahkan RSUD Dr Soetomo

 Indra Wiragana

Indra Wiragana

Pemprov Jatim, Bhirawa
Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Jawa Timur mengakui telah menerima seorang bayi terlantar suspect HIV./AIDS. Saat ini bayi berusia empat bulan itu telah diserahkan kepada RSUD Dr Soetomo Surabaya untuk ditangtani lebih lanjut.
Kepala Dinsos Jatim, Indra Wiragana SH MHum menceritakan adanya balita terindikasi penyakit khusus ini berada di UPT, maka dirinya langsung menghadap Gubernur Jatim, Dr H Soekarwo SH MHum untuk melaporkan hal tersebut.
Selanjutnya, Kadinsos Jatim juga bertemu dengan Kepala RSUD Dr Soetomo, dr Dodo Anando MPH. “Akhirnya balita tersebut diserahkan ke RSUD Dr Soetomo untuk mendapatkan perawatan. Sebab, kalau berada di UPT maka perawatan kurang maksimal. Kembali lagi, jajaran Dinsos tidak mempunyai keahlian melangsungkan perawatan terhadap penyakit yang khusus,” katanya, di Surabaya.
Ia  mengakui kalau ada balita yang dirawat di salah satu UPT-nya. Namun, saat itu di UPT dilakukan perawatannya secara terisolir, dikhawatirkan bisa terkena anak-anak  lainnya.
“Pegawai yang ada di UPT Dinsos Jatim tentunya tidak mempunyai spesifikasi atau keahlian dalam melakukan perawatan terhadap balita yang terkena penyakit tersebut, kata Indra di Surabaya, Senin (29/9).
Sebelumnya Indra Wiragana juga mengatakan, selama ini Dinsos Jatim juga menerima anak yang mengidap HIV/AIDS, namun anak tersebut tidak berlokasi di UPT melainkan bersama keluarganya dengan pengobatan melalui rumah sakit yang ditunjuk.
“Dinsos Jatim tetap memberikan bantuan pada anak tersebut melalui pemberian tabungan. Sebab, membantu dampak dari permasalahan sosialnya tersebut,” katanya.
Menurutnya, penanganan yang dilakukan Dinsos selama ini untuk membantu masyarakat dari sisi sosial. “Lain halnya bayi terlantar dengan mengidap AIDS. Meskipun terlantar, namun ada penyakit yang harus disembuhkan dan membutuhkan perawatan dimana di bidang kesehatan yang lebih mengetahuinya,” katanya.
Dikatakannya penanganan balita dan anak terlantar memang seharusnya melalui Dinas Sosial Jatim maupun Dinsos Kabupaten/kota. Namun, hal itu berbeda ketika balita atau anak terlantar tersebut mengidap penyakit HIV/AIDS.
Direktur RSUD dr Soetomo mengaku, pihaknya telah menerima bayi suspect HIV/ADIS dari Dinsos Jatim. Menurutnya, bayi tersebut berhasil dijemput di Dinsos Jatim pada tanggal 22 September lalu. ”Kita berusaha sebaik mungkin untuk merawat bayi suspect HIV/ADIS, meski pendanaannya ditanggung rumah sakit secara keseluruhan,” tegasnya.
Dikatakannya, untuk memperkuat dugaan ada atau tidak adanya virus HIV/AIDS pada bayi tersebut, pihak rumah sakit akan melakukan tes lab. Tes ini nantinya akan menunjukkan apakah bayi tersebut terkena virus HIV/AIDS atau tidak. ”Saat ini kita tidak bisa menyimpulkan apakah dia positif atau negatif HI/AIDSnya, tapi jika dilihat dari kondisi fisiknya anak tersebut bisa saja terkena virus HIV/AIDS,” ujarnya.
Lebih lanjut Mantan Kepala Dinkes Jatim ini berjanji akan merawat bayi tersebut di rumah sakit hingga kondisinya siap untuk dipindahkan ke Dinsos Jatim. Menurutnya, dengan kondisi dan usia bayi yang relatif masih kecil sulit  nyatanya akan dikembalikan ke Dinsos dalam waktu dekat.
”Mungkin membutuhkan waktu yang lama bagi bayi tersebut untuk benar-benar siap dipindahkan, akan tetapi sebagai pihak rumah sakit saya sudah menyuruh petugas untuk menyediakan box bayi untuk dijadikan tempat tidur,” jelasnya. [dna.rac]

Tags: