Atlet Climbing Kelas Dunia Tampil Di Lombok

rockclimbJakarta, Bhirawa
Atlet kelas dunia dari berbagai negara di Asia dipastikan akan turun pada kejuaraan bergengsi “22th Asian Sport Climbing Championship 2014” di Lombok, Nusa Tenggara Barat, 1-3 Oktober.
Di antaranya Kim Jain asal Korea Selatan yang merupakan pemanjat putri yang baru saja menjuarai World Championship 2014 di Gijon, Spanyol beberapa waktu lalu serta finalis kejuaraan yang sama, Ota Risa asal Jepang.
“Tidak hanya pemanjat putri saja. Untuk putra ada finalis kejuaraan dunia seperti dari Iran, Tiongkok maupun dari Kazakhstan,” kata penanggung jawab kejuaraan, Edy Gunardi di Jakarta, Kamis.
Kejuaraan “22th Asian Sport Climbing Championship 2014” merupakan kejuaraan tertinggi di Asia yang akan mempertandingan tiga kelas sekaligus untuk putra dan putri yaitu speed, lead dan boulder. Persaingan dipastikan akan seru karena pemanjat terbaik Asia berkumpul.
Bagi Indonesia, kata dia, menjadi tuan rumah kejuaraan ini adalah kedua kalinya. Sebelumnya Indonesia menjadi tuan rumah pada 1996. Khusus tahun ini, Lombok lebih unggul dari Korea Selatan saat penentuan lokasi pertandingan (bidding) pada pertemuan di Tiongkok, 2013 lalu.
“Selain memiliki lokasi perlombaan standart internasional di Gelanggang Pemuda Mataram, Lombok juga akan mengenalkan wisata alamnya. Makanya menjadi pilihan,” katanya menambahkan.
Edy menambahkan, berdasarkan data terakhir jumlah peserta kejuaraan bergengsi di Asia itu sebanyak 177 pemanjat dari 12 negara. Selain tuan rumah Indonesia, Tiongkok, Iran dan Kazakshtan, juga ada atlet dari Hongkong, Taiwan, Singapura dan Thailand.
Sementara itu manager Tim Indonesia, Ari Aditya mengatakan, demi menghadapi kejuaraan bergengsi ini pihaknya telah menyiapkan pemanjat-pemanjat yang dimiliki Indonesia saat ini. Bahkan, kemampuan atlet Indonesia telah diakui dunia.
Pada kejuaraan Asia ini, Indonesia menurunkan 12 atlet putra dan 11 atlet putri dan akan turun di tiga kelas yang dipertandingkan. Atlet yang diturunkan termasuk yang baru saja turun di kejuaraan dunia di Spanyol yaitu Aspar Jaelolo dan Tita Supita.
“Semua pemanjat terbaik akan diturunkan.Kami berharap bisa berprestasi maksimal. Apalagi sesama pemanjat sudah sering bertemu,” katanya.
Selain Aspar Jaelolo dan Tita Supita, Indonesia juga menurunkan Rindri Supriyanto, Nanang Ibrahim, Zainal Arifin, Fadjri Ashari, Puji Lestari, Ita Triana Purnamasari dan Muji Mulyani.
Mantan atlet panjat tebing itu menjelaskan, dari tiga kelas yang dipertandingkan Tim Indonesia membidik target emas dari nomor speed. Pada nomor ini dinilai pemanjat Indonesia terutama dari sektor putri sangat berpeluang meski lawannya cukup tangguh. [ant.hel]

Tags: