Asean Economic Community Tak Cukup Hanya Andalkan IPK Tinggi

6-foto B yit-imm2Lamongan, Bhirawa
Masyarakat Ekonomi ASEAN (Asean Economic Community) sudah didepan mata, mulai berlaku di 2015. Agar memiliki daya saing terhadap serbuan SDM dari negara tetangga, sudah tidak lagi saatnya bagi mahasiswa hanya mengandalkan nilai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) dan nama besar almamater.
Hal itu dipesankan Sekkab Lamongan Yuhronur Efendi saat menghadiri pelantikan Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Lamongan di Aula STIKES Muhammadiyah Lamongan, Kamis (25/9). Menurut dia, faktor lingkunganlah yang akan memberikan nilai lebih sehingga mahasiswa memiliki daya saing. “MEA ini sudah di tahun 2015 nanti akan diterapkan. Ini berarti SDM Indonesia tidak hanya akan bersaing dengan sesama SDM dari Indonesia, tapi juga dengan seluruh komunitas di ASEAN,” kata dia.
Agar memiliki nilai lebih dan memiliki daya saing, lanjut dia, hanya bisa dibentuk melalui lingkungan. “Hanya dengan terjun langsung, dengan menimba pengalaman, mahasiswa bisa memiliki nilai lebih. Dan itu tidak akan bisa didapatkan dari bangku kuliah,” pesan Sekkab.
“Karena itulah, dengan berkecimpung dalam organisasi seperti IMM ini mahasiswa bisa menambah pengalaman dan memberikan nilai tambah pada dirinya,” kata dia.
Di STIKES Muhammadiyah Lamongan, Masrul Muhajir dilantik sebagi Ketua Pimpinan Cabang IMM Lamongan periode 2014/2015. Dia menggantikan ketua periode sebelumnya, Ahmad Rusli. [yit]

Keterangan Foto : Sekkab Yuhronur Efendi (tengah) saat menghadiri pelantikan Pimpinan Cabang IMM Lamongan. [suprayitno/bhirawa]

Tags: