Tunggakan Dana Bergulir Dinas Koperasi Sampang Rp 6 M

13-UKM-sampangSampang, Bhirawa
Sejak  2012 hingga tutup anggaran pada 2013, penyaluran dana bergulir di Dinas Koperasi dan UKM Sampang menyisakan masalah.  Tunggakan nasabah cukup besar, mencapai Rp 6 miliar. Angka tersebut diprediksikan terus membengkak seiring masih adanya dana bergulir yang disalurkan pada 2014.
Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Sampang Aries Wibawa mengatakan tunggakan dana bergulir tersebut dipengaruhi beberapa faktor. Di antaranya nasabah yang meminjam dana itu usahanya gulung tikar, saat ditagih oleh petugas, nasabah sering kali tidak ada di tempat.
“Sudah ada tindakan untuk penagihan, tapi kerap nyantol di lapangan,”  katanya, Rabu (12/3).
Berdasarkan data di Dinas Koperasi dan UKM Sampang, hingga kini total penerima dana bergulir sebanyak  1.318 nasabah. Dari jumlah itu, 19% nasabah mengalami masalah tunggakan. “Kami terus melakukan penagihan secara intensif. Adapun besar nilai tunggakan nasabah itu bervariasi mulai dari nilai Rp 5 juta hingga Rp 50 juta,” katanya.
Masih dikatakan Aries, guna menyelesaikan penagihan terhadap nasabah yang nunggak itu, pihaknya  bekerjasama dengan beberapa instansi untuk melakukan pencairan. Di antaranya  Disperindag, Perekonomian, Bagian Hukum, hingga bank.  “Kami berharap masyarakat juga proaktif untuk menyelesaikan tunggakannya, tidak hanya kami yang proaktif untuk melakukan penagihan,” katanya.
Ketua LSM Madura Development Watch (MDW) Tamsul mengatakan tunggakan dana bergulir di Dinas Koperasi dan UKM sebanyak Rp 6 miliar tersebut sudah berlangsung sejak 2012 lalu, namun masih belum ada upaya yang kongkrit untuk mengembalikan uang negara tersebut. Ini sebagai bukti kegagalan Dinas Koperasi dalam menyalurkan dana bergulir ke kalangan UMKM.  “Tunggakan dana bergulir mencapai Rp 6 miliar itu menjadi salah satu indikator lemahnya mekanisme pinjaman dan verifikasi nasabah di Dinas Koperasi Sampang,” katanya. [lis]

Tags: