Situbondo Terima BLM Rp 21 M

19.jpg (1)Situbondo, Bhirawa
Kabupaten Situbondo akan mendapatkan kucuran Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) sebesar Rp 21 miliar lebih. Diharapkan bantuan ini bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Hal tersebut diungkapkan oleh Sekda Kabupaten Situbondo Drs Syaifullah MM saat membuka rapat kerja Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Perempuan (BPMP) Situbondo di pendopo kabupaten, kemarin Selasa (4/3).  Dalam sambutannya menjelaskan, bahwa program PNPM Perdesaan layak diapresiasi karena akan membantu peningkatan pemberdayaan masyarakat terpencil yang tersebar di Situbondo.
Kemudian tahun 2014 ini Kabupaten Situbondo akan mendapatkan kucuran bantuan langsung masyarakat (BLM) sebesar Rp 21 miliar lebih. “Ini akan juga mengangkat sektor pemberdayaan dan peningkatan masyarakat perdesaam di Situbondo,”kata mantan Kepala Bappeda Situbondo.
Pada acara tersebut dihadiri oleh 255 peserta yang terdiri dari tim koordinator BP UPK, Kepala Desa, dan fasilitator wilayah tengah (Kecamatan Panji, Kendit, Mlandingan dan Bungatan). Hadir pula pada rapat tersebut adalah Kepala BPMP Kabupaten Situbondo, Drs Akhmad Junaidi Msi dan Kabid Pemberdayaan Masyarakat Pedesaan H Solikhan.
Tak hanya itu saja yang diundang dalam raker pagi kemarin, kalangan perbankan, Kepala Bappeda, sejumlah Kepala SKPD dan para Camat juga ikut dilibatkan para panitia BPMP kab Situbondo. Untuk Kepala BPMP Kabupaten Situbondo didapuk sebagai pemateri dengan tema ‘Integrasi PNPM Mandiri Perdesaan Dalam Pembangunan Partisipatif’. Sedangkan pemateri kedua disampaikan Kepala Bappeda Drs H hariyadi Tejo Laksono dengan mengupas soal Musrenbang sebagai wujud integrasi program pembangunan partisipatif’.
Sementara itu, Kepala BPMP Kab Situbondo, Akhmad Junaidi menuturkan, pengelolaan pembangunan tersebut megacu pada surat Menko Kesra RI bahwa Kabupaten Situbondo mendapatkan alokasi BLM sebesar Rp 21 miliar lebih. Sedangkan untuk dana cost sharing (dana daerah urusan bersama) atau biasa disebut DDUB dari dana APBD ditetapkan sebesar Rp 2, 35 miliar lebih. “Program ini merupakan salah satu program penanggulangan kemiskinan yang menjadi program prioritas nasional kabinet Indonesia Bersatu jilid 2,” ujar Junaidi.
PNPM juga sebagai acuan pelaksanaan program penanggulangan kemiskinan berbasis pemberdayaan masyarakatuntuk meningkatkan kesejahteraan dan kesempatan kerja masyarakat miskin di pedesaan. Selain itu, kata mantan Kabag Perlengkapan itu,  program PNPM Perdesaan juga dapat mendorong kemandirian dalam pengambilan keputusan di kalangan pemerintah ditingkat bawah. [awi]

Rate this article!
Tags: