SDN Werungotok Memprihatinkan

SDN Werungotok I yang berada dekat dengan pusat pemerintahan Kabupaten Nganjuk diabaikan oleh Dinas Dikpora hingga kondisinya rusak. [ristika/bhirawa]

SDN Werungotok I yang berada dekat dengan pusat pemerintahan Kabupaten Nganjuk diabaikan oleh Dinas Dikpora hingga kondisinya rusak. [ristika/bhirawa]

Nganjuk, Bhirawa
Lokasi SDN Werungotok I Kecamatan Nganjuk hanya sekitar 2 kilometer dari pusat pemerintahan, namun kondisinya sungguh memprihatinkan. Gedung yang dibangun tahun 2004 lalu hingga saat ini belum pernah tersentuh bantuan baik pemeliharaan maupun rehab. Sehingga kayu bangunan rapuh karena termakan  usia, lantai yang hanya terbuat dari ubin sudah pecah-pecah, temboknya pun banyak yang ambrol.
Lebih parah lagi seluruh kelas kondisi plafonnya telah ambrol, bahkan kelas satu sudah tidak berplafon lagi. Selain itu ventilasi kelas yang terbuat dari kawat juga berlobang  karena kawat yang dipakai sudah berkarat dan putus. Padahal sekolah yang jumlah siswanya mencapai 118 siswa ini berada di wilayah kecamatan kota.
Erlin Pudjiastuti Plt Kepala SDN Werungotok I ditemui di ruang kerjanya Selasa (25/3) kemarin mengatakan, pihaknya sudah berulang kali mengajukan permohonan perbaikan kepada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Pemkab Nganjuk, tetapi hingga saat ini belum mendapat tanggapan. Kareana kondisi sekolah yang rusak berat, para guru mengkhawatirkan banyaknya data yang disimpan di kelas hilang.
“Plafon di setiap ruang yang terbuat dari asbes banyak yang ambrol, bahkan plafon kelas satu kami turunkan karena kondisinya sudah lapuk. kami khawatir saat proses belajar mengajar plafonnya runtuh menimpa murid,” ungkap Erlin.
Diungkapkan Erlin, dirinya merasa khawatir atas keselamatan anak didiknya, apalagi pada musim hujan seperti sekarang ini, karena atap basah dan beban bertambah berat tidak menutup kemungkinan akan lebih memperparah kondisi bangunan. Selama ini proses belajar mengajar terganggu karena khawatir gedung sekolah roboh karena sudah rapuh.
Ditambahkan oleh Erlin, pada tahun 2012 lalu SDN Werungotok I mendapatkan bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK). Namun dari enam kelas yang seharusnya direhab, hanya dua kelas saja yang mendapatkan DAK untu rehab.
Sedangkan sisa empat kelas lainnya hingga saat ini belum mendapat kucuran dana dari pemerintah.”Kami berharap kepada Dinas Dikpora untuk segera meninjau sekolah kami supaya dapat mengetahui kondisi sekolah kami yang sebenarnya” pungkas Erlin.
Untuk mengantisipasi agar bangunan tidak rusak lebih parah, SDN Werungotok I kerapkali melakukan perbaikan kecil-kecilan yang sumber dananya dari partisipasi orang tua murid. Tetapi untuk melakukan renovasi secara menyeluruh, semua tergantung dari Dinas Dikpora Nganjuk. [ris]

Rate this article!
Tags: