Puluhan Siswa Kekurangan Baju Seragam Sekolah

Kab Malang, Bhirawa
Pemandangan setiap hari di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pandansari 03, Desa Pandansari, Kecamatan Ngantang, cukup memiluhkan. Karena sebagian siswa yang sekolah di sekolah tersebut, ada yang memakai seragam, bersepatu dan tidak ada yang berseragam dan bersepatu.
Untuk membuktikan ada persoalan apa di sekolahan negeri di Desa Pandan tersebut, Bhirawa telah menemui Kepala Sekolah (Kasek) SDN Pandansari 03, Setiyono, Kamis (13/3) kemarin.
Menurut Setiyono, sampai anak didiknya begitu, lantaran kekurangan seragam sekolah, buku paket, dan sepatu. Sehingga jumlah siswa sebanyak 218 orang yang tidak memakai seragam sekolah dan bersepatu hanya 50 siswa.
“Karena mereka tidak memiliki seragam, hal itu disebabkan seragam sekolah yang dimilik sudah tidak layak pakai, karena terkena erupsi Gunung Kelud,” kata Setiyono.
Sementara, ia menjelaskan, bantuan yang sudah diterima untuk keperluan siswa, diantaranya tas sekolah, buku tulis, dan seragam. Namun, bantuan seperti seragam sekolah masih kurang sebanyak 50 orang siswa, serta juga kekurangan buku paket sekolah.
Sehingga dirinya berharap, agar pemerintah dan donatur untuk memberikan bantuan sesuai kebutuhan para siswa. Dan yang paling utama yang kita perlukan saat ini adalah buku paket. Sebab, buku paket yang sebelumnya kita miliki, hancur akibat tertimbun debu erupsi Gunung Kelud.
Menurut Setiyono, kerusakan akibat erupsi tersebut, tidak hanya mengancurkan buku paket, namun juga menghancurkan tiga ruang kelas. Padahal, tiga ruang kelas tersebut baru selesai dibangun pada bulan Desember 2013.
Selain itu, empat ruang kelas yang tersisa belum bisa ditempati untuk proses belajar mengajar, karena masih berantakan dan belum dibersihkan.
“Kami dan guru lainnya, saat ini terfokus pada siswa kelas VI. Karena siswa tersebut akan menghadapi Ujian Sekolah (US). Sehingga pada 3 Maret 2014, pihaknya juga sudah melaksanakan tryout. “Meski pasca erupsi Gunung Kelud para siswa tidak maksimal dalam belajar. Tapi, kami tetap optimis jika siswanya minimal bisa memperoleh nilai US dengan baik,” paparnya.
Ditambahkan, di SDN Pandansari 03 ini, terdapat 5 orang guru tenaga PNS, dan 5 orang guru Pegawai Tidak Tetap (PTT). Pasca erupsi dirinya dan para guru yang lainnya, di liburkan selama 10 hari. Sedangkan untuk siswa saat itu masih belum kita izinkan masuk sekolah dulu. Karena para siswa  masih dalam kondisi trauma pasca letusan Gunung Kelud.
Tapi, sekarang mereka sudah aktif kembali mengikuti pelajaran, meskipun ruang kelasnya dalam keadaan kotor,” pungkas Setiyono. [cyn]

Tags: