Presiden Puji Kegigihan Pakde Karwo Perjuangkan Peternak

14-SBYPemprov, Bhirawa  
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memuji kegigihan Gubernur Jatim Dr H Soekarwo SH, MHum dalam memajukan peternak. Berkat perjuangan dan kebijakanyang diambil oleh Gubernur Jatim,peternak semakin sejahtera dan peternakan Jatim menjadi andalan Indonesia dalam mengatasi kekurangan stok daging.
“Pakde Karwo sangat gigih untuk memperjuangkan kebijakan  pro peternak. Saya setuju dan saya dukung sepenuhnya karena negara sangat membutuhkan kontribusi peternak,” kata Presiden SBY saat meninjau Bumi Peternakan Wahyu Utomodi Desa Sukolilo, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban, Kamis (13/3).
Presiden SBY mengatakan,  peternak memiliki peran penting  khususnya dalam memenuhi kebutuhan daging. Ia menggambarkan, jika terjadi kelangkaan daging maka negara mengambil langkah untuk mengimpor daging dari luar negeri, jika hal ini berlangsung terus menerus akibatnya akan fatal, sebab yang menjadi penentu harga adalah yang mengekspor. Bukan tidak mungkin harga daging akan naik tajam.
“Jadi Insyaallah kami akan terus memperhatikan kesejahteraan peternak, petani dan nelayan dengan kebijakan yang tepat. Negara sangat berterima kasih kepada peternak,” katanya.
Menurut SBY, kebijakan pemerintah yang ideal adalah memperbesar produksi daging dalam negeri. Hal ini bertujuan untuk mengatasi kelangkaan daging, meningkatkan kesejahteraan peternak, serta masyarakat dapat membeli daging dengan harga yang terjangkau.
Kebijakan tersebut dapat dilaksanakan dengan baik oleh Pakde Karwo, sapaan lekat Gubernur Soekarwo. Pria nomor satu di jajaran Pemprov Jatim tersebut telah mengeluarkan kebijakan pro peternak berupa perda menolak impor daging yang membuat iklim peternakan di Jatim semakin maju dan kondusif. Hal ini dibuktikan dengan produksi ternak Jatim yang  tertinggi dibandingkan provinsi lain.
Berdasarkan data, secara keseluruhan produksi sapi nasional, 32% nya dihasilkan dari Jatim. Saat ini populasi sapi di Jatim sekitar 5,2 juta ekor. Sedangkan jumlah pemotongan sapi potong sebanyak 520 ribu ekor per tahun.
Pakde Karwo mengatakan, Jatim memiliki kelebihan stok daging sebesar 500 ribu ton, sedangkan kebutuhan daging nasional masih kekurangan 132.000 ton. Oleh karena itu, Jatim mendistribusikannya ke sejumlah daerah di Indonesia. Di antaranya ke DKI Jakarta sebanyak 310.000 ton, Bandung 99.000 ton, dan Kalimantan sebanyak 48.000 ton.
Guna semakin memajukan peternakan di Jatim sekaligus menghadapi era Asean Free Trade Area (AFTA), Pakde Karwo berencana akan membuat Rumah Potong Hewan (RPH) dengan tingkat higienis berstandar internasional. Dana RPH ini berasal dari sharing antara pemprov dan pemkab/pemkot.
Pakde Karwo menjelaskan, RPH tersebut juga solusi terbaik untuk meningkatkan kesejahteraan peternak. Sebab selama ini keuntungan terbesar ketika pemotongan hewan di RPH hanya diperoleh perantara jual beli atau yang disebut blantik, sedangkan peternak yang merawat dan membesarkan sapi hanya memperoleh untung yang sedikit.
“Ke depan peternak bisa menggunakan pemotong modern yang sudah disiapkan di tempat. Jadi sudah tidak ada blantik lagi” kata Pakde Karwo.
Kunjungan rombongan SBY ke Tuban diwarnai aksi demo mahasiswa.  Petugas kemanan dari jajaran kepolisian Resor Tuban mengamankan puluhan aktivis mahasiswa yang akan melakukan aksi saat Presiden SBY sampai ke Bumi Wali Tuban. Para aktivis mahasiwa ini diamankan ke Mapolres Tuban saat mau melakukan aksi di Jl Manunggal Utara, di mana sebelumnya mereka digiring ke area sekitar Kampus Sekolah Tinggi  Ilmu Tarbiyah Makhdum Ibrahim (STITMA) Tuban.
Para pengunjuk rasa dari tiga organisasi mahasiswa yakni Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), dan Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) yang tergabung dalam FMT (Forum Mahasiswa Tuban) melakukan aksi di bundaran Jl Manunggal Utara, sebagai bentuk penolakan terhadap kehadiran Presiden SBY.
Dalam aksinya, para mahasiswa tidak banyak menyampaikan orasi. Mereka hanya dengan lantang menyuarakan penolakan terhadap kehadiran SBY di Tuban. Di tengah pengamanan pihak kepolisian, Korlap aksi Fathur hanya terus berteriak, “Tolak SBY, tolak SBY, tolak SBY,” saat digelandang masuk ke kendaraan polisi.
Satu hari sebelumnya, kelompok Mahasiswa yang menamakan diri FMT ini telah melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Pemkab Tuban dan berujung kericuhan, saat spanduk mereka yang berisi penolakan terhadap SBY hendak dirampas polisi.  [iib.hud]

Tags: