Pordasi Jatim Bidik Emas PON

Brigjen TNI (Mar) Ivan Ahmad Riski Titus berhasil meraih juara kedua di nomor Show Jumping Perorangan 50-70 cm Kejuda Pordasi Jatim. [wawan triyanto/bhirawa]

Brigjen TNI (Mar) Ivan Ahmad Riski Titus berhasil meraih juara kedua di nomor Show Jumping Perorangan 50-70 cm Kejuda Pordasi Jatim. [wawan triyanto/bhirawa]

Surabaya, Bhirawa
Persatuan Olarhaga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Jatim terus mempersiapkan atlet dan kuda terbaiknya untuk bisa menggapai prestasi di Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX Jabar 2016. Pengurus berani menargetkan bisa meraih minimal lima medali emas dari 15 emas yang dilombakan di ajang multieven paling bergengsi di Indonesia itu.
Pada PON Jabar 2016, Cabang Olahraga (Cabor) berkuda melombakan 15 nomor dengan rincian 10 nomor tunggang serasi atau equestrian dan lima nomor kuda pacu. Pihak Pordasi mengaku senang dengan dilombakan kembali Cabor berkuda setelah absen di PON XVIII Riau 2012.
Nomor yang diandalkan bisa mendulang medali emas adalah, kuda pacu, karena di nomor tersebut Jatim sudah memiliki atlet dan kuda andalan yang sudah berhasil meraih prestasi di level nasional.
Untuk nomor pacu, Pordasi Jatim optimis bisa meraih emas di Kelas A Terbuka untuk jarak 2000 meter dan Kelas B Terbuka untuk jarak 1200 meter. Sedangkan untuk tunggang serasi atau equestrian, Pordasi Jatim masih belum berani memasang target muluk-muluk. “Kalau kuda pacu saya berani target emas, tapi kalau equestrian masih belum. Tapi segala kemungkinan masih bisa terjadi. Kita akan maksimalkan waktu dua tahun untuk memaksimalkan kekuatan kita,” kata Ketua Umum Pordasi Jatim Agus Soekotjo, Senin (17/3).
Agar bisa meraih emas di equestrian, pihak Pordasi Jatim telah menggelar Kejuaraan Daerah (Kejurda) yang digelar di Warung Desa Mojokerto pada Minggu (16/3). Lomba yang diikuti 50 kuda dari tiga klub di Jatim sebagai pemanasan bagi Pordasi Jatim sebelum turun di ajang PON Jabar 2016 mendatang. “Kita baru pertama kali ini mengadakan equestrian di Jatim. Ini kita uji coba dan sekaligus menampung atlet dan kuda baru,” jelas Soekotjo.
Lebih lanjut pria yang juga pengusaha kuliner itu menjelaskan, dengan dipertandingkan Cabor berkuda, maka akan memacu pembinaan olahraga ini di provinsi. Bahkan tidak mungkin nantinya setiap provinsi akan memiliki arena pacu maupun equestrian. “Terima kasih karena nomor pacu dipertandingkan pada PON. Dengan demikian, lintasan kuda pacu semakin banyak dan nomor ini semakin berkembang di Indonesia,” katanya.
Sementara itu salah satu peserta Kejurda, Brigjen TNI (Mar) Ivan Ahmad Riski Titus mengaku senang bisa berlomba dengan para peserta yang sudah memiliki prestasi nasional, seperti Iwan Supit peraih medali emas di PON XVI Palembang 2004.
Ia berharap event ini bisa terus digelar di Jatim, agar muncul bibit unggul olarhaga berkuda. “Semua peserta memiliki kemampuan yang cukup bagus dan even ini sangat bagus untuk pembinaan olahraga berkuda khususnya equestrian,” kata Ivan yang juga menjabat sebagai Wakil Komandan (Wadan) Komando Pengembangan dan Pendidikan Angkatan Laut (Kobangdikal) itu. [wwn]

Rate this article!
Tags: