Perpustakaan Bojonegoro Kategori Terbaik

sejumlah-kabupaten-di-Indonesia-foto-bareng-setelah-mengikuti-kegiatan-lokakarya-mengindifikasi-strategi-sukses-pengembangan

sejumlah-kabupaten-di-Indonesia-foto-bareng-setelah-mengikuti-kegiatan-lokakarya-mengindifikasi-strategi-sukses-pengembangan

Bojonegoro, Bhirawa
Dari 34 perpustakaan di Indonesia yang tergabung Perpustakaan Seru (Perpuseru) Coca-Cola Fundation Indonesia (CCFI), perpustakaan umum daerah Kabupaten Bojonegoro dinobatkan sebagai perpustakaan terbaik dari seluruh kontestan yang mengikuti lokakarya yang diselenggarakan kota wisata Nusa Dua Bali beberapa waktu lalu.
Dalam kegiatan lokakarya mengindifikasi strategi sukses pengembangan perpustakaan dengan pendekatan positive deviance (penyimpanan positif), Kabupaten Bojonegoro menjadi perpustakaan percontohan di Indonesia bersama dengan perpustakaan lain seperti Kabupaten Pamekasan, Kabupaten Lubuk Linggau, Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Gunung Kidul.
Menurut Kepala Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah (Arpusda) Kabupaten Bojonegoro, Slamet Taufik melalui stafnya Umi Ulsum, kegiatan seminggu tersebut pihaknya diberikan pelatihan dan team building. Bojonegoro mendapatkan penghargaan terbaik dari sektor advokasi.
“Selain itu mempelajari empat langkah untuk mengembangkan perpustakaan dengan cara menentukan masalah, menentukan strategi, menguji strategi dan mengkaji apa yang telah dilaksanakan,” jelas Umi Ulsum kepada  Bhirawa, Rabu (26/3) di tempat kerjanya.
Dikatakan, dari semua langkah tersebut, perpustakaann Bojonegoro telah menjalankan sebelumnya dengan menggandeng ibu Bupati Bojonegoro, Mahfudhoh Suyoto untuk menjadi duta baca dengan tema Ibuku Perpustakaan Pertamaku. “Hal tersebut menjadi motivasi tersendiri dengan menggandeng orang yang paling berpengaruh untuk membudayakan gemar membaca.Selain itu semua ini tak lepas dari berkat kerja keras kita semua,” tegasnya.
Selain itu, dari perpustakaan Bojonegoro juga bekerjasama dengan pihak ke tiga untuk mengadakan pelatihan dan pembekalan soft skill seperti agro bisnis kepada perpustakaan di masing-masing desa, dengan menjadikan perpustakaan bukan sekedar untuk membaca saja, melainkan ada out put dari kegiatan tersebut.
“Perpustakaan Bojonegoro terpilih dan nantinya konsep tersebut juga akan coba diterapkan di perpustakaan-perpustakaan yang lain sebagai perpustakaan percontohan yang mampu meningkatkan minat baca maupun membuka bimbingan usaha kerja,” imbuhnya.
Selain itu juga untuk mendorong pengembangan perpustakaan untuk menjadikan pusat kegiatan dan belajar masyarakat berbasis teknologi informasi sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup mereka. “Mulai dari strategi advokasi, membangun kemitraan,promosi,penyedian layanan IT/ICT,dan memfasilitasi kegiatan yang memnjadikan kebutuhan masyrakat,” pungkasnya.
Sementara untuk pengunjung kita dalam sehari mencapai 100-150 pengunjung dengan fasilitas ratusan ribu buku dan fasilitas tambahan berupa computer internet sebagai penunjang. Jika di bandingkan daerah lain kita paling tinggi peminatnya termasuk mengembangkan mitra. [bas]

Tags: