Pemprov – Kadin Perancis Sepakati MoU Ekonomi

13-wagub-dubes-prancisPemprov, Bhirawa
Pemprov Jatim terus mengembangkan bidang ekonomi ke penjuru dunia. Terbaru, pemprov menjalin kerjasama (MoU/memorandum of understanding) dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Perancis wilayah utara. Penandatanganan itu dilakukan antara Wakil Gubernur Jatim Drs H Saifullah Yusuf dan Wakil Ketua Kadin Senior Perancis Wilayah Utara Jean-Marc Puissesseau di Gedung Negara Grahadi, Rabu (12/3).
Penandatanganan kesepakatan itu juga ditandatangani Duta Besar Perancis untuk Indonesia Corrine Breuze, dan Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekdaprov Jatim Hadi Prasetya. Kesepakatan kerjasama itu meliputi bidang bidang ekonomi kelautan, pengelolaan makanan dan perkeretaapian serta transportasi perkotaan.
Gus Ipul, sapaan lekat Saifullah Yusuf, mengatakan kerjasama bidang ekonomi kelautan itu meliputi peralatan kepelabuhanan, pelatihan pengolahan ikan, keamanan dan  kualitas makanan. Kemudian eksploitasi sumber daya perikanan, manajemen pelabuhan, manajemen pelelangan, pengolahan makanan berbasis hasil laut sampai pada penyimpanan menggunakan teknologi pendinginan.
Sedangkan pengelolaan makanan berupa peralatan dan proses produktivitas pengolahan dan pemrosesan makanan. Peningkatan nilai tambah produk buah dan sayuran dan produk laut. Perkeretaapian dan transportasi perkotaan meliputi pengelolaan, penghematan, pemenuhan energi, pemeliharaan jalur jalan, solusi peti kemas perkotaan dan sebagainya.
“Selain itu, juga kerjasama dengan perguruan tinggi untuk riset antara lain dengan Universitas Airlangga (Unair) dan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS),” kata Gus Ipul.
Dijelaskannya Jatim adalah salah satu urat nadi perekonomian di Indonesia. Posisi Jatim sangat strategis dari sisi perekonomian nasional kedua setelah Jakarta. Realisasi investasi di Jatim paling tinggi, baik investasi dalam negeri maupun investasi asing.
Sementara, Wakil Ketua KADIN Senior Perancis wilayah utara Jean-Marc Puissesseau mengatakan, penandatanganan kesepakatan ini merupakan langkah awal kemitraan dalam waktu jangka panjang dan menguntungkan kedua belah pihak.
“Saya yakin kerjasama ini akan berhasil karena kedua wilayah mempunyai kegiatan ekonomi yang besar dan produk kelautan yang banyak dan menghadapi urbanisasi dan metropolisasi. Tapi kesamaan itu tidak cukup tanpa motivasi. Kami datang ke Jatim memberikan motivasi, siap untuk berbagi pengalaman,” ujarnya.
Delegasi yang berjumlah 15 orang ini berkunjung ke Jatim selama dua hari mulai 12 – 13 Maret untuk menjajaki kerjasama bidang ekonomi. Usai acara courtecy call dan penandatanganan pernyataan kesepakatan atau Letter of Intent, agenda dilanjutkan dengan diskusi dengan para pengusaha bidang ekonomi kelautan, pengelolaan makanan dan transportasi, mengenai potensi-potensi yang akan dikerjasamakan di Hotel Singgasana Surabaya. “Besok (hari ini,red), rombongan delegasi akan mengadakan kunjungan ke Pelindo III,” katanya.
Komoditi ekspor Jatim ke Perancis, antara lain kulit, makanan minuman, pengolahan karet, pulp dan kertas serta kimia dasar. Sedangkan komoditi dari Perancis adalah pulp dan kertas, besi baja, mesin otomotif, makanan minuman, kimia dasar dan makanan ternak. [iib]

Tags: