Pemkot Berikan Pemahaman Masalah Eksploitasi Anak dan KDRT

Pemkot Surabaya, Bhirawa
Pemkot Surabaya menggelar acara sosialisasi Hak Asasi Manusia (HAM) bagi masyarakat Kota Surabaya tentang HAM khususnya dalam kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan perdagangan manusia (human trafficking).
Langsung dihadiri Wakil wali kota, Wishnu Sakti Buana ,acara sosialisasi diikuti sekitar 60 warga dari Lembaga Ketahanan Masyarakat Kota (LKMK) dan penggerak PKK di wilayah Wonorejo dan Keputran.
Dalam acara yang bertempat di kantor Kelurahan Keputran Kecamatan Tegalsari, Selasa (11/3), Wawali menyatakan , Pemkot Surabaya merasa perlu untuk memberikan pemahaman yang benar tentang HAM sehingga warga di Kota Pahlawan memiliki persepsi yang sama.
”Diharapkan warga bisa menindaklanjutinya dalam kehidupan sehari-hari,” tegas Wisnu Sakti Buana.
Dijelaskan Wawali, sebagai Kota Metropolis, Surabaya masih dihadapkan pada permasalahan yang terkait KDRT, memperkerjakan anak di bawah umur, anak-anak putus sekolah, hingga masalah perdagangan manusia.
Pemkot Surabaya telah melakukan berbagai program untuk mengatasi masalah tersebut. Diantaranya di bidang pendidikan dengan membebaskan biaya sekolah bagi anak-anak kurang mampu, membebaskan biaya kesehatan serta pengadaan penampungan anak-anak terlantar di Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos).
Pemkot Surabaya juga mengajak warga untuk ikut berperan serta dalam membatasi peluang terjadinya masalah-masalah yang berlawanan dengan HAM tersebut.
”Ini tidak bisa kita biarkan. Dan ini menjadi tanggung jawab kita bersama. Dengan sosialisasi ini, warga bisa mengambil peran jika ada pelanggaran HAM. Minimal bisa melakukan koordinasi dengan pihak terkait agar masalah HAM bisa teratasi,” sambung putra dari tokoh senior PDI Perjuaangan, (alm) Soetjipto ini.
Sementara Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat (Bakesbang Linmas) Kota Surabaya, Soemarno menambahkan, kegiatan sosialisasi ini akan digelar selama tiga hari.
Rencananya, setelah di Kecamatan Tambaksari, acara serupa juga akan  dilaksanakan di Kecamatan Tegalsari, Pakal dan Kecamatan Wiyung.
“Pesertanya dari LKMK dan penggerak PKK,” ujar Soemarno. [dre]

Tags: