KPU Jatim Enggan Ekspose Dana Kampanye Parpol

daac0bd39c1cc8b48e96c9c8a053e919_XL.jpg (1)KPU Jatim, Bhirawa
Meski semua parpol di Jatim sudah menyerahkan  laporan dana kampanye tahap kedua ke KPU Jatim, namun hingga sekarang lembaga tersebut masih  merahasiakannya total dana kampanye untuk ke 12 parpol. Sebaliknya, KPU Jatim minta waktu tiga hari untuk melakukan verifikasi lebih dahulu.
Komisioner KPU Jawa Timur, M. Arbayanto menjelaskan bahwa semua partai politik sudah melaporkan dana kampanye tersebut ke KPU Jatim. Namun berapa besaran dana yang dilaporkan, ia enggan menjelaskan. “Sebaiknya menunggu tanggal 5 Maret saja. Kami perlu hati-hati dan memanfaatkan secara maksimal jatah waktu 3 hari untuk verifikasi,” katanya, senin (3/3)
Didesak untuk segera mengumumkan besaran nominal dana kampanye masing – masing partai? Arbayanto terkesan bertele – tele meskipun ia berjanji akan segera membuka ke publik usai melakukan up date.
“Nanti segera saya sampaikan kalau sudah saya up-date dari sekretariat. Saya juga sedang ada di Malang karena ada koordinasi dengan KPU Kab/Kota se-Jatim. Jadi tidak sedang bawa berkas-berkasnya,” terangnya.
Sementara itu, Umar Sholahuddin Ketua Parliament Watch Jawa Timur menyampaikan bahwa harusnya KPU Jawa Timur bisa bersikap yang elastis. Tidak terlalu kaku untuk membeberkan besaran nominal dana kampanye parpol ke publik.
“Kalau hanya mengenai besarannya dana kampanye masing – masing partai, itu sah – sah saja di publikasi sebelum di audit. Tapi, kalau mengenai detail-detail sumber dananya dari mana memang harus di audit terlebih dahulu,” kata Umar Sholahuddin
Dengan dipublikasi dana kampanye sebelum di audit dan setelah di audit, masyarakat bisa melakukan perbandingan besaran dana kampanye masing – masing parpol. Ini juga sifatnya sebagai upaya transparansi bagi penyelenggara pemilu.
“KPU Wajib melakukan publikasi laporan dana kampanye tahap pertama dan kedua. Baik yang sudah di audit maupun yang belum,” tuturnya
Disinggung hingga kini belum mempublikasi, apakah dikarenakan komisioner KPU Jatim kurang pengalaman dan kinerjanya lamban, mengingat dari kelima komisioner  KPU tersebut tidak ada yang incumbent? Pria yang juga dosen Universitas Muhammadiyah Surabaya ini menuturkan memang para komisioner KPU Jatim semuanya baru.
Akan tetapi, 3 diantara 5 komisioner tersebut pernah menjadi komisioner di KPU kabupaten/kota.    “Mereka memang masih butuh penyesuaian kinerja. Apalagi tahapan pileg sudah berjalan.Penyesuaian itu pastinya berpengaruh terhadap proses pileg yang salah satunya mengenai persoalan dana kampanye,” pungkasnya. [cty]

Tags: