Ketua Ingatkan Kinerja Legislatif Jelang Masa Kampanye

DPRD Surabaya,Bhirawa
Mulai masuk masa kampanye, Ketua DPRD Surabaya, M. Mahmud menghimbau kepada seluruh anggotanya agar tetap menjalankan tugasnya sebagai anggota legislatif, bukan malah meninggalkan tugas lantaran sibuk melakukan kampanye.
Namun permintaan ini  ini justru mendapatkan tanggapan miring anggota Komisi D dari Masduki Toha yang menuding bahwa M Mahmud tidak memiliki kemampuan leadership, dan tidak lebih baik dari kepemimpinan Wisnu Wardhana.
Sesuai jadwal yang telah ditetapkan oleh KPU, kampanye Caleg akan dimulai tanggal 16 Maret hingga 6 April 2014, tentu akan berpengaruh terhadap sejumlah agenda kedewanan anggota DPRD Surabaya yang jatuh pada saat yang sama.
Untuk itu ketua DPRD Surabaya, M. Mahmud menghimbau anggotanya agar tetap menjalankan tugasnya sebagai anggota legislatif, meski dalam masa kampanye nanti sebagian anggota dewan sibuk melakukan kampanye.
“Di masa kampanye ada jadwal paripurna pergantian antar waktu, pengesahan Raperda  dan rapat-rapat lainnya,” tegasnya,Rabu(12/3).
Mahmud menyadari, dalam rentan waktu 5 tahun masa baktinya, 3 minggu diantaranya kegiatan dewan terganggu oleh masa kampanye Pemilu. Untuk mengantisipasi terganggunya kinerja dewan, ia meminta para anggota dewan bisa membagi waktu antara kampanye dan melakukan tugasnya di DPRD.
“Kita harapkan kesadaran masing-masing, sehingga tidak sampai mengorbankan kinerja dewan,” tuturnya.
Mahmud menegaskan pihaknya telah menyampaikan himbaun kepada para anggota dewan untuk aktif dalam setiap kegiatan DPRD, meski memasuki masa kampanye melalui fraksi masing-masing.
“Lewat fraksi saya himbau, agar selama masa kampanye tidak meninggalkan gedung DPRD,” katanya.
Namun sebelumnya Masduki Toha anggota komisi D asal FPKB justru berpandangan lain. Tidak aktifnya mayoritas anggota Dewan jelang Pemilu 2014 justru akibat tidak adanya kebijakan internal dari ketua Dewan.
Masduki menuding M Mahmud sebagai ketua DPRD Surabaya tidak memiliki kemampuan menjadi pimpinan dan tidak lebih baik dari pimpinan sebelumnya yakni Wisnu Wardhana.
“Mahmud itu tidak punya kebijakan yang bisa mengikat dan menjaga anggota dewan agar tetap bekerja untuk melaksanakan tugasnya, sampai masa jabatannya berakhir, buktinya masih banyak tanggung jawab yang harus diselesaikan seperti pemilihan ketua BK dan sejumlah Raperda yang tidak segera diselesaikan, artinya dia itu tidak punya kemampuan leadership dan tidak lebih baik dari WW,” tegas Masduki. Senen (10/3) siang. [gat]

Tags: