Jatim Bakal Terimbas Dampak Positif Ekonomi

Surabaya, Bhirawa
Kerjasama antara PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan PT Pelabuhan Indonesia III(Persero) dalam pembangunan jalur kereta api menuju Tanjung Emas Jateng bakal berdampak positif bagi Jatim.
Dilihat dari segi geografis, Jatim khususnya Surabaya memiliki pelabuhan besar Tanjung Perak yang berungsi sebagai masuknya barang-barang logistik dari Indonesia Timur melalui jalur laut, telah turut menggabungkan kerja sama ekonomi yang bersifat positif diantara dua provinsi yakni Jateng dan Jatim.
Menurut Sri Winarto, Manajer Humas Daop 8 Surabaya, kerja sama antara PelindoIII dan PT Kerta Api tentu sangat positif. ” Proses bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Perak untuk di kirim ke Jateng pasti mengalami peningkatan yang cukup siginifikan demikian pula sebaliknya. Terutama akan dibukanya Jalur Ganda Surabaya Jakarta yang menjadi salah satu jalur ekonomi yang produktif,”jelasnya Senin (24/3) kemarin.
Kiriman logistik dari Sulawesi, Papua, dan kepulauan Indonesia Timur yang lain menuju Jateng akan lebih cepat terdistribusikan. Karena daerah yang terlintasi jalur KA pasti akan merasakan dampaknya. Sedangkan untuk Indonesia bagian Barat seperti Sumatra, Jakarta, dan Kalimantan yang memiliki tujuan pengiriman logistik ke Indonesia Timur melalui Jatim juga mendapatkan keuntungan.
“Keuntungan menggunakan jalur KA jika menggunakan konsep port to port ( pelabuhan ke pelabuhan), pengiriman akan lebih cepat sehingga efisiensi waktu akan banyak terhemat, jumlah yang diangkut dalam satu rangkaian kereta api jauh lebih banyak sehinga kapal sandar tidak perlu menunggu lama di Pelabuhan, beban kerusakan jalan raya akan berkurang. Hal ini berbeda dengan menggunakan truk, yang harus satu atau dua kontainer per sekali jalan, sedangkan menggunakan KA relatif banyak, bisa mencapai 30-50 kontainer per sekali jalan,” ungkapnya.
Sementara itu menurut Direktur Utama PT Pelindo III Djarwo Surjanto di Semarang, Jumat (21/3/) mengungkapkan Dengan pembangungan reaktivasi jalur kereta api pada akhir 2015 ini diharapkan tidak terjadi penumpukan barang yang terlalu lama dari dan ke pelabuhan.
“Saat ini merupakan babak baru, dalam pengembangan jalur KA di Jateng untuk pengembangan Pelabuhan Tanjung Emas. Untuk pembangunan tersebut, telah dilakukan perjanjian kerjasama antara PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan Kementerian Perhubungan dan Pemerintah Provinsi Jateng,” terangnya.  [wil.ma]

Tags: