Hayono Isman Tawarkan Program PNT

10-capres-why2Bukti Komitmen Sejahterakan Petani
Surabaya, Bhirawa
Calon Presiden (Capres) peserta konvensi Partai Demokrat Hayono Isman menawarkan program Pegawai Negeri Tani (PNT) sebagai salah satu solusi meningkatkan kesejahteraan petani. Program PNT dilakukan salah satunya dengan memberikan dana remunerasi (insentif) Rp 1 juta per petani sebulan sekali.
“Saya menawarkan solusi, setiap petani akan menerima Rp 1 juta untuk satu orang petani per bulan. Untuk dapat mengangkat petani sehingga menjadi sebuah profesi yang memberi harapan,” kata Hayono saat menghadiri Sarasehan yang digelar PDK Kosgoro Jatim di Hotel Elmi Surabaya, Minggu (9/3) kemarin.
Menurut Hayono, dana tersebut diberikan kepada setiap petani yang sudah berproduksi. Dengan demikian, kata Hayono, dapat menunjang kebutuhan petani dan meningkatkan hasil produksi. Dia mengatakan, PNT merupakan konsep yang digagas untuk meningkatkan swasembada pangan di Indonesia. Ia yakin terobosan itu, hasil produksi pertanian di Indonesia tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan nasional, namun juga dapat diekspor.
“Kalau BLSM hanya bantuan sekejab, kalau ini akan menghasilkan produktivitas,” terang Wakil Ketua Komisi I DPR RI ini.
Saat ditanya dari mana dana Rp 1 juta yang akan diberikan ke setiap petani itu, dirinya enggan menjawab. Yang jelas, kata Hayono, bila gagasannya mendapat dukungan akan dicari sumbernya.
“Kalau itu penting, sumbernya kan bisa dicari. Selama itu berpihak ke petani, saya yakin banyak yang setuju. Sebab petani sudah menjadi budaya bangsa kita,” paparnya.
Dirinya menampik program PNT merupakan program andalannya sebagai upaya merebut kursi Capres Partai Demokrat dalam ajang Konvensi. “Ini tidak hanya semata-mata untuk memenangkan konvensi. Tetapi ini (program PNT) harus dibawa oleh semua pemimpin,” pungkasnya.
Hal senada (program PNT, red) juga sudah disampaikan Hayono Isman saat menemui petani di Dusun Mracak Desa Kurung Kecamatan Kejayan Kabupaten Pasuruan, Sabtu (8/3) sore. Menurut Hayono, PNT adalah sebuah konsep untuk meningkatkan swasembada pangan di Indonesia. Termasuk nantinya hasil produksi pertanian di Indonesia tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan nasional, melainkan juga bisa diekspor.
Pembina Pusat Studi HAM Universitas Airlangga (Pusham Unair) Dr Bambang Budiono mengingatkan konsep dasar gotong royong yang ditawarkan Hayono Isman adalah konsep ideologis yang butuh energi besar untuk melaksanakan.
“Gotong royong adalah sebuah filosofi dasar yang sebenarnya sudah dipesankan oleh Pancasila,” jelas Bambang  yang dosen Fisip Unair ini. Namun filosofi dasar tersebut kian tercerabut dari masyarakat Indonesia karena intervensi kuat kepentingan internasional.
“Internasional melalui glabalisasinya telah menjauhkan Indonesia dari filosofi dan karakter dasarnya sendiri. Lihat saja bagaimana konstitusi kita dan UU yang lahir karena pesanan asing,” tegasnya. [hil]

Rate this article!
Tags: