Ekspor Lamongan Naik 124 Persen

12-ikan-kalengLamongan Bhirawa
Penambahan tiga institusi pelaksana ekspor, ternyata cukup efektif untuk mendongkrak ekspor Kabupaten Lamongan menjadi 124 persen disbanding tahun 2012. Produk yang banyak di ekspor seperti sarung tenun ikat, kerajinan UMKM maupun hasil ikan laut.
Dari data yang dihimpun oleh Dinas Koperasi, Industri dan Perdagangan (Diskopindag) Kabupaten Lamongan disebutkan, bahwa nilai ekspor di tahun 2013 naik mencapai 124,27 persen di banding tahun 2012. Pada tahun 2012, nilai ekspor tercatat sebesar Rp. 42.375.000.000 dan di tahun 2013 naik menjadi Rp. 76.473.933.160.
Kenaikan nilai ekspor tersebut menurut Plt Kepala Diskopindag Setyo Basuki yang disampaikan melalui Kabag Humas dan Infokom Mohammad Zamroni karena selama tahun 2013 terdapat penambahan tiga institusi pelaksana ekspor.
“Peningkatan nilai ekspor di Kabupaten Lamongan ini didukung oleh adanya kenaikan jumlah institusi pelaksana ekspor sebanyak tiga unit usaha. Yakni CV. Mitra Karya, PT. QL Hasil Laut, dan H. Bandi, ” ujar Zamroni.
Sehingga jumlah institusi pelaksana ekspor yang sebelumnya di tahun 2012 hanya ada 49 institusi, sambung dia, di tahun 2013 menjadi 52 institusi atau naik sebesar 6,12 persen.
Jika dilihat dari nilai ekspor bersih, maka nilai impor kenaikannya mencapai 53,39 persen. Yakni nilai ekspor dikurangi nilai impor. Karena menurut dia, setelah dikurangi nilai impor, nilai ekspor bersih menjadi Rp. 65.002.843.186.
“Kenaikan jumlah institusi tersebut tidak lepas dari peran Pemkab Lamongan yang secara kontinyu melakukan pembinaan terkait dengan prosedur ekspor dan impor. Juga memberikan informasi peluang pasar perdagangan luar di negeri serta promosi dan misi dagang,” kata Zamroni.
Selama ini komoditi yang banyak diekspor dari Kabupaten Lamongan yakni sarung tenun ikat, kerajinan UMKM, hasil ikan laut. Dimana komoditi sarung tenun ikat dan kerajinan UMKM pelaksanaan ekspornya banyak dilakukan oleh pihak ketiga. [yit]

Rate this article!
Tags: