Eko Yuli Masih Belum Milik Jatim

Surabaya, Bhirawa
Pengprov Persatuan Angkat Besi, Angkat Berat, dan Binaraga Seluruh Indonesia (PABBSI) Jatim harus bekerja ekstra keras dan melakukan lobi ke PABBSI pusat. karena atlet angkat besi, Eko Yuli Irawan masih belum sepenuhnya milik Jatim.
Selain itu pihak PABBSI Kalimantan Timur juga tidak rela jika atlet peraih medali perunggu Olimpiade London 2012 itu pindah ke Jatim. Buktinya para pengurus masih belum memberikan surat rekomendasi untuk melepasnya.
Ketua Harian, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jatim, Dhimam Abror mengaku sudah bertemu dengan Wakil Ketua Umum PB PABBSI Djoko Pramono saat di Jakarta. Saat itu Abror berharap PB PABBSI segera memberikan solusi agar Eko Yuli bisa pindah ke Jatim. “Saat itu Pak Joko Pramono mengatakan, PB PABBSI tidak akan mempersulit kepindahan atlet ke daerah lain, jika itu dikehendaki oleh sang atlet,” kata Abror saat ditemui pada tes prestasi yang digelar PABBSI Jatim di KONI Jatim, kemarin Kamis (13/3).
Ungakapan Joko Pramono itulah yang membuat KONI Jatim optimis kalau atlet kelahiran Lampung 24 Juli 1989 bakal membela kontingen jerbasuki mawabea untuk berlomba di Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX Jabar 2016. Apalagi Eko Yuli juga sudah mantap ingin pindah ke Jatim.”Orientasi kita tidak hanya berlaga di PON, namun Jatim siap untuk mengantarkan ambisi eko Yuli meraih medali emas di olimpiade,” janji Abror yang juga mantan Ketua Umum PSSI Jatim itu.
Abror juga berharap pihak PABBSI Jatim terus melakukan upaya agar soal kepindahan atlet ini cepat selesai, karena jika masalah ini terus berlanjut pasti akan berdampak pada konsentrasi atlet. “Saya juga berharap masalah ini tidak sampai ke  Badan Arbitrase Olahraga Indonesia (BAORI). Jadi pengurus PABBSI Jatim harus terus melakukan lobi ke PB dan PABBSI Kaltim,” saranya.
Ditemui pada tes prestasi, Ketua Umum PABBSI Jatim, Bambang Widjaja mengakui hingga saat ini pihak Kaltim masih belum legowo untuk melepas Eko Yuli. apalagi pada PON XVIII Riau, Eko yang turun di kelas 62kg berhasil menyumbangkan emas bagi Kaltim dengan total angkatan 306 kg.
Namun Bambang optimis jika atlet dengan tinggi badan 157cm bakal bergabung dan berlatih bersama atlet Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) Jatim. Karena ia sudah mengontrak atlet tersebut. Hanya saja ia enggan untuk menyebut nilai kontraknya. “Eko senang bergabung dengan Jatim, buktinya ia juga hadir di tes prestasi,” katanya.
Lebih lanjut pria yang juga pengusaha itu mengatakan, kalau proses kepindahan Eko sudah sesuai dengan prosedur. “Prosesnya masih 70 persen, tapi kalau masalah ini berlanjut, kemungkinan akan diselesaikan lwat BAORI,” katanya.
Sementara itu ditemui ditempat yang sama, Eko Yuli mengaku sudah mantab untuk pindah ke Jatim. Salah satu alasannya adalah program pembinaan olahraga angkat besi di Jatim sudah sangat bagus. Kemudian KONI Jatim juga memiliki program latihan jangka panjang atau Puslatda untuk persiapan PON. “Kalau saya sudah siap pindah ke Jatim, tapi Kaltim yang belum mau melepas,” kata putra pasangan Saman-Wasiah yang pernah meraih medali emas Kejuaraan Dunia Junior di Praha, Republik Ceko tahun 2007 itu. [wwn]

Rate this article!
Tags: