Diknas Siapkan Ruang Khusus Siswi Hamil

siswi-hamil-yesKab Mojokerto, Bhirawa
Siswi hamil di wilayah Kab Mojokerto mendapat perlakukan khusus dari Dinas Pendidikan Kab Mojokerto, disaat pelaksanaan Ujian Nasional (Unas) pada April mendatang.
Dinas Pendidikan mengambil jalan tengah atas kontroversi siswi hamil dilarang Unas. Otoritas pendidikan di daerah ini tetap memberi hak pendidikan bagi siswi hamil saat Unas. Bahkan bagi siswi yang hamil akan ditempatkan di ruang khusus saat mengerjakan soal-soal Unas.
”Kami sudah menyiapkan solusinya, yakni dengan menyiapkan ruang khusus semacam ruang isolasi untuk siswi hamil. Saat mengerjakan Unas nanti, ruang khusus ini bisa digunakan,”  kata Kepala Dinas Pendidikan Kab Mojokerto, Suharsono, Selasa (4/3) kemarin.
Kini di Kab Mojokerto seluruh siswa kelas tiga di jenjang SMP dan SMP tengah menyiapkan diri menuju Unas. Diantara siswi hamil saat ini sudah masuk dalam daftar nominasi tetap atau peserta tetap Unas April nanti. Otomatis, jika sudah masuk nominator ini artinya terdaftar sebagai peserta Unas.
Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kabupaten Mojokerto, Yudha Hadi saat ditemui usai acara PKK di Pendopo Kab Mojokerto mengatakan, dari tujuh siswi hamil yang ditemukan, kini salah satu siswi hamil sudah dinikahkan. ”Otomatis karena menikah sudah tak lagi menjadi siswa. Jadi siswi hamil saat ini tinggal tujuh,” kata Yudha.
Tapi hingga kini, Dinas Pendidikan Kab Mojokerto mengaku belum mendapat data resmi mengenai jumlah sisiwi hamil di wilayahanya. Belum lama ini, Suharsono menyatakan telah mengumpulkan seluruh kepala sekolah SMP dan SMA seluruh kabupaten. Pertemuan itu hanya khusus untuk sekolah negeri. Namun Dindik tak menemukan satu pun siswi hamil.
”Sejauh ini belum ada siswi hamil di bawah naungan kami. Kecuali sekolah swasta, kami belum tahu. Sebab itu wewenang yayasan yang menaunginya. Namun bagi kami semua harus dicarikan solusi,” pungks  Suharsono.
Mahfud Kurnia, anggota DPRD Kab Mojokerto mewanti-wanti agar siswi hamil tetap diberikan kesempatan mengikuti Unas. Dia berharap agar kebijakan apapun yang diambil dinas pendidikan tetap memberikan hak bagi siswi itu mengikuti Unas. ”Jangan sampai siswi yang hamil kehilangan haknya mengikuti Unas,” pungkas politisi asal PKS ini. [kar]

Tags: