Caleg Hanura Malang Resmi Dipidanakan

Bawaslu Jatim, Bhirawa
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jatim resmi mempidanakan  caleg  dari Kota Malang bernama Syamsul Arifin dari Partai Hanura karena melakukan  money politics saat melakukan kampanye.
Komisioner Bawaslu Jatim Divisi Penegakan dan Advokasi  Sri Sugeng Sudjatmiko menegaskan caleg tersebut saat ini sudah dilakukan pemberkasan di tingkat Kejaksaan Negeri Malang. ”Sekarang  berkas tersebut sudah dinyatakan P21 (sempurna). Selanjutnya langsung diberkas untuk dilakukan penuntutan di Pengadilan negeri (PN),”tegas Sri Sugeng (20/3).
Selain Syamsul Arifin, Bawaslu Jatim juga mendapatkan laporan caleg dari Partai Golkar yang melakukan kampanye di tempat ibadah. ”Yang jelas untuk masalah caleg Partai Golkar masih diproses. Untuk keputusannya kita tunggu sampai lima hari kerja,”tambahnya.
Seperti diketahui, sebelumnya Bawaslu Jatim sudah mendapatkan laporan dari Panwaslu Kabupaten Sidoarjo terkait bagi-bagi uang saat kampanye perdana dilaksanakan. Kali ini caleg dari Partai Hanura
Gatot Sutantra yang dianggap melakukan money politics. Sementara kasusnya terus diproses namun sebelumnya dilakukan proses klarifikasi. ”Sayang untuk kasus ini tidak ada saksi yang mau bicara. Akibatnya Panwaslu kesulitan untuk memproses,”tambahnya.
Selain itu, di Kota Malang diketahui Menag Surya Dharma Ali (SDA) melakukan kampanye terselubung di pondok pesantren. ”Tapi setelah kita telusuri ternyata, SDA tidak hadir di sana. Sehingga untuk dilakukan proses jelas tidak bisa, karena memang yang bersangkutan tidak hadir,”paparnya.
Namun terlepas dari itu, Sri Sugeng meminta para caleg untuk berhati-hati saat berkampanye. Mereka bisa disemprit. Bahkan kalau sampai kasusnya diproses di PN dan dijatuhi hukuman, maka caleg tersebut tidak bisa dilantik sebagai anggota legislatif karena tersandung dengan kasus pidana. [cty]

Rate this article!
Tags: