Bantuan Pemerintah Jangan Ditelantarkan

Sidoarjo, Bhirawa
Bantuan mesin pengering dan pencacah tempeh afkiran dari Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Provinsi Jatim kepada Primer Koperasi Produsen Tempe Tahun Indonesia (Primkopti) Desa Sepande, Kec Candi, Sidoarjo harus dimanfaatkan secara maksimal.
”Pemerintah/Balitbang Prov Jatim telah bersusah payah memberikan bantuan ternyata dibiarkan mangkrak begitu saja, kan sayang,” tegas Kadin Koperasi Perindag UMKM dan ESDM Sidoarjo Fenny Apridawati, saat penandatanganan atau MoU dengan Balitbang Prov Jatim di Balai Desa Sepande, Kec Candi, Sidoarjo.
Fenny selaku kepala dinas sangat berterima kasih kepada Balitbang Prov  Jatim yang telah memberikan perhatiannya kepada pengrajin tempe Sidoarjo. Makanya saya berharap agar Balitbang jangan hanya memberikan bantuan dengan bentuk fisik saja. ”Tetapi pembinaan terhadap SDM nya justru lebih diutamakan,” harapnya.
Selain itu, Fenny berharap, kepada para perajin tempe hendaknya jangan selalu mengharapkan atau membeli bahan baku kedelai dari luar negeri saja. Lebih baik berusaha menanam kedelai sendiri. Kalau menggantungkan bahan baku dari luar saja, nanti akan habis. Apalagi tahun 2016 sudah memasuk tahun bebas perdagangan.
Sementara Kepala Balitbang Prov Jatim, Ir Priyo Dharmawan, saat menyerahkan bantuan dari hasil penelitian berupa mesin pengering dan pencacah tempe, yang diterimakan kepada Dinas Koperasi Perindag UMKM dan ESDM Sidoarjo menegaskan, kalau peralatan ini sifatnya masih sementara masih banyak alat-alat yang belum dilengkapi.
”Maka kami sudah melakukan MoU dengan Dinas Koperasi dan Perindag Sidoarjo, untuk share bagaimana kelanjutannya peralatan ini agar tak berhenti begitu saja. Karena aliran listrik yang diperlukan untuk alat itu membutuhkan kekuatan sekitar 15 ribu watt. Makanya kalau langsung diserahkan kepada teman-teman pengrajin tempe pasti tak mungkin. Kita yang harus membantu mereka terus untuk mencari jalan keluarnya,” jelas Priyo Dharmawan.
Dharmawan juga menjelaskan, kalau mesin ini nantinya bisa mengolah tempe-tempe afkiran yang selama ini dibuang secara percuma itu menjadi tepung. Manfaatnya bisa untuk diolah sebagai makanan anak-anak. Juga bisa mensuplay bahan baku pembuatan kue bronnis hingga 40 persen,” terangnya. [ach]

Tags: