5 Prodi Baru PPNS Diserbu Pendaftar

Surabaya, Bhirawa
Persaingan masuk politeknik negeri ternyata tak kalah berat dengan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Misalnya saja di Poli Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS), belum seminggu diresmikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), lima prodi baru sudah diserbu ribuan pendaftar.
Kelima prodi D4 tersebut antara lain Teknik Kelistrikan Kapal, Teknik Permesinan Kapal, Teknik Perancangan dan Konstruksi Kapal, Teknik  Pengolahan Limbah dan Manajemen Bisnis. Direktur PPNS Muhammad Mahfud mengatakan, sejauh ini peminat yang masuk baik untuk prodi lama maupun lima prodi baru sudah cukup tinggi. Dari total kuota PPNS sebanyak 750 kursi, peminat yang masuk telah mencapai 6.500 pendaftar.
Sementara untuk lima prodi baru, masing-masing prodi berhasil menarik minat antara 100 sampai 300 pendaftar. Padahal kuotanya hanya 30 kursi per prodi.  “Padahal satu prodi baru itu hanya tersedia satu kelas. Dan satu kelas itu maksimal hanya terisi 30 kursi. Jadi sudah sangat ketat persaingannya,” ungkap Mahfud saat dihubungi, Rabu (26/3).
Mengingat tingginya peminat yang masuk di PPNS ini, Mahfud menegaskan semua pendaftar akan mengikuti seleksi potensi akademi dan tes wawancara. Saat ini, tahapan seleksi gelombang I PMDK telah rampung dilakukan. Sementara tahapan PMDK untuk gelombang II sedang berlangsung mulai 17 Februari hingga 23 Mei mendatang. “Semua pendaftar harus mengikuti tes wawancara. Pokoknya itu wajib,” tegas dia.
Mahfud mengakui, jika pembukaan prodi baru ini akan menarik perhatian banyak peminat. Selain prodi tersebut jarang ditemukan di perguruan tinggi lain, prodi tersebut juga telah membangun kerjasama dengan Jerman dan Inggris. Sementara, ketersediaan tenaga pengajar di PPNS masih dinilai minim. “Hanya 30 kursi per kelas, sebab kita harus mempertimbangkan tenaga pengajarnya juga,” ungkap dia.
Terkait persyaratan, sejauh ini PPNS hanya menerima dari lulusan IPA. Disinggung terkait persyaratan untuk penyandang difabel, Mahfud tak ingin berkomentar banyak. Hal ini mengingat 50 persen dari kegiatan belajar mengajar di PPNS dilaksanakan dalam bentuk praktik. “Kami bukan mendiskriminasikan, tapi kenyataannya 50 persen kegiatan di PPNS itu praktikum. Bahkan untuk menejemen bisnis sekalipun,” ungkap dia.
Di sisi lain, pendaftaran SNMPTN di Universitas Airlangga (Unair) juga tercatat cukup tinggi. Hingga 19 Maret lalu, pendaftar yang masuk telah mencapai 19.883. Sedangkan untuk program Bidikmisi, pendaftar telah mencapai angka 3.308. Sedangkan daya tampung untuk SNMPTN hanya tersedia 2.536 kursi dari total 34 prodi. [tam]

Rate this article!
Tags: