450 Orang Dikerahkan Sortir dan Lipat Surat Suara Pileg.

Sampang,Bhirawa
Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Sampang mengerahkan 450 orang pekerja untuk menyortir dan melipat 3 juta lebih surat suara, Kamis (6/3/2014). Penyortiran dan pelipatan
ditargetkan selesai dalam dua puluh hari ke depan.
Dari pantauan Bhirawa, pekerja dibagi dalam dua lokasi berbeda di gudang KPUD Kabupaten Sampang di jalan Makbul Sampang kota dan Gor indoor tenis di jalan Wahid Hasyim sampang kota dengan jumlah total pekerja 450 orang.
Menurut Hernandi Kusumahadi komisioner KPUD Sampang divisi logistic dan keuangan saat dikonfermasi kami 6/3/14 di gedung indoor tenis tempat pelipat dan sortir surat suara pileg kemaren, ia menjelaskan pelipatan dan sortir surat suara pileg DPRD, DPR Pvovinsi, DPR-RI dan DPD ini melibatkan 450 orang dengan total surat suara 3.174.718 surat suara dari rincian DPT di Kabupaten Sampang 789.731 dikalikan 4 ditambah 2 persen dari DPT.
“Adapun para relawan yang dipekerjakan untuk pelipatan dan sortir surat suara system upahnya tergantung kinerjanya seliap surat suara melipat dan sortir di hargai 95 rupiah, sedangkan pagu maksimalnya yang disediakan per-surat suara 100 rupiah, jadi total anggaran yang disediakan untuk pelipatan surat suara kurang lebih 300 juta,”jelasnya.
Kata Hernandi, pelipat surat suara ini masih hari pertama jadi kalau masih ada miss comunikasi itu masih wajar, tetapi kedapan akan terus dilakukan koordinasi baik dengan aparat keamanan, panwas dan pemantau dari partai politik, namun sayang dari 12 partai politik yang akan ikut pemilu legislative, ternyata di hari pertama yang ikut memantau pelipatan surat suara hanya perwakilan partai persatuan
pembangunan (PPP) saja, sedangkan untuk perwakilan partai yang lain tidak datang, padahal sebelumnya pihak KPU sudah memberikan surat pemberitahuan sebelum hari pelipatan.
Sementara Joni perwakilan partai persatuan pembangunan (PPP) yang datang memantau pelipatan surat suara di gedung indoor tenis kemarin, ia menyayangkan di hari pertama pelipatan surat suara ini masih ada beberapa kekurangan, terkait masih terlalu bebasnya para pekerja keluar masuk gedung, kemudian para pekerja masih banyak yang memakai jaket dan membawa tas.
“Kemudian karena pekerja banyak yang ibu-ibu kemudian pihak keamanan tidak ada yang dari unsur polisi wanita (Polwan), kami berharap kedepan pihak keamanan yang menjaga juga ada polwan yang menjaga keluar masuknya para pekerja, mengingat para pekerja mayoritas terdiri kaum  ibu-ibu. Harap politisi PPP yang juga nyaleg DPRD Sampang itu. [Lis]

Tags: