18 BTS di Gresik Belum Berizin

5743 (1}Gresik, Bhirawa
Tim teknis pengawasan dan pengendalian telekominasi bersama Pemkab Gresik akan turun ke lapangan, guna menertibkan sejumlah BTS yang belum berizin. Sebab setelah ditelusuri masih banyak Base Transceiver Station (BTS) tak ada izinnya.
Rencanannya tim gabungan diantaranya dari Dinas Perhubungan (Dishub), Badan Penanaman Modal dan Perizinan (BPMP), Badan Lingkungan Hidup (LH) Satpol PP, Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Bagian Hukum, Rabu (5/3) besok akan turun ke lapangan melakukan penertiban.
‘’Sebab SK dari Pak Bupati sudah turun. Makanya Rabu besok akan dilakukan penertiban,’’ kata Manuntun Sianturi, Kepala Bidang (Kabid)  Komunikasi, Informasi, Perhubungan Darat dan Perkerataapian pada Dinas Perhubungan Pemkab Gresik, Senin (3/3).
Menurut Sianturi, jumlah BTS di Kab Gresik kini sebanyak 286 menara.   Dari jumlah itu terdapat 18 menara yang belum berizin. Baik izin HO, izin pemanfatan ruang dan IMB (Izin Mendirikan Bangunan). Tapi, semuanya itu kini masih dalam proses di BPMP, instansi yang berwenang menerbitkan izin. ‘’Kalau tanya kapan selesainya izin itu, silahkan tanya saja ke BPMP,’’ tegas mantan Kasubag Pemberitaan Humas Pemkab Gresik ini.
Dijelaskan Sianturi, sebagai Kota Industri, Gresik masih membuka peluang bagi pendirian BTS baru. Berdasarkan site plan yang ada, masih banyak zona atau area untuk pendirian BTS baru di Gresik, kecuali kecamatan kota, yaitu Gresik, Kobomas dan Manyar. Untuk mendirikan BTS di tiga kecamatan ini boleh, tapi harus ada persetujuan dari bupati.
Kebaradaan BTS seluler, menurut Sianturi, sangat urgent sekali. Kalau tak ada BTS bisa dibayangkan bagaimana sulitnya melakukan komunikasi. ‘’Apakah harus kembali ke zaman dulu lagi harus pakai surat. Bahkan, tahun 2013, hasil dari pajak menara di Gresik mencapai Rp1,2 miliar,’’ tuturnya.
Maka jika terjadi konflik antara pemilik BTS dengan warga, harusnya  ada pembelaan dari pemerintah sebagai mediator. Bahkan yang sangat disayangkan Sianturi, banyak camat yang tak tahu jumlah menara yang di wilayahnya. Jika camat sampai tidak tahu, menurutnya itu tidak mungkin. [eri]

Rate this article!
Tags: