Ratusan Polisi Amankan Pileg

???????????????????????????????Kab Malang, Bhirawa Mempersiapkan pengamanan Pemilihan Umum  (Pemilu) Legislatif yang akan berlangsung pada 9 April 2014 mendatang, Polres Malang menggelar simulasi pengamanan pemilu di depan Gedung DPRD Kabupaten Malang, yang juga satu area dengan Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU). Dalam simulasi tersebut, Polres Malang menerjunkan 825 personel polisi, serta mengerahkan kendaraan Baracuda, Rantis, Water Cannon, Barrier, dan K9. Sehingga simulasi yang digelar Polres seperti kejadian yang sebenarnya. Bahkan, satu personel polisi matanya terluka ketika berperan sebagai pengunjuk rasa, karena terkena semprotan air dari water cannon yang bertekanan tinggi. “Simulasi pengamanan pemilu legislatif yang kita gelar ini, hanya sebagai satu gambaran, jika terjadi unjuk rasa yang dilakukan oleh kelompok masyarakat yang tak puas dengan perolehan suara pemilu legislatif di wilayah Kabupaten Malang,” jelas Kapolres Malang Adi Deriyan Jayamarta SIK, Kamis (27/2), seusai melaksanakan kegiatan simulasi pemilu legislative dalam rangka Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) Pemlilu Legislatif 2014, di depan Gedung DPRD Kabupaten Malang, Jalan Panji, Kecamatan Kepanjen, kabupaten setempat. Menurut dia, dalam simulasi tersebut, polisi dalam menghadang massa pengunjuk rasa agar tidak anarkis, maka ada tahapan dalam menghadang massa. Sebab, menghadang massa itu ada eskalasi rendah dan tinggi. Sehingga jika pengunjukrasa sudah masuk dalam tahapan eskalasi tinggi atau sudah tidak bisa dikendalikan, maka polisi akan mengambil langkah tegas. Seperti menyemprotkan air yang bertekanan tinggi yaitu dengan menggunakan water canon, serta tembakan peringatan. Selain itu, Adi melanjutkan, dan jika pengunjukrasa tetap nekat bertindak anarkis, maka polisi akan menggunakan prosedur untuk melakukan tembakan pada pengunjukrasa. “Tentunya, polisi menggunakan peluru karet. Agar mereka mundur dan tidak melakukan tindakan anarkis,” paparnya. Yang paling dikhawatirkan dalam aksi unjuk rasa yang dilakukan kelompok yang tidak puas dengan Pemilu Legislative, kata dia, yakni adanya potensi ancaman yang ditunggangi oleh kelompok massa tertentu .yang memang sengaja untuk mengacaukan situasi di wilayah Kabupaten Malang. Sehingga dalam simulasi tersebut juga kita adegankan mulai dari pengrusakan, pembakaran dan tindakan anarkis. Dalam kesempatan itu, Kapolres juga menjelaskan, ada beberapa tahapan pengamanan,mulai dari tahapan negoisasi oleh personil Dalmas hingga pengamanan oleh personel Brimob.  “Kita juga mengamankan aset vital milik pemerintah, diantaranya Gedung DPRD, Kantor Bupati, Kantor Pengadilan Negeri (PN), Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari), Kantor KPU, hingga aset vital Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Karangkates,  Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten,” tegasnya. Adi menambahkan, anggota kami yang terluka yakni bernama Bripka Hendrik yang kesehariannya sebagai anggota Buser Polres Malang. Dan kini dia masih dalam perawatan di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang. Karena kedua matanya terluka akibat terkena air yang diseprotkan dari water cannon, saat mengikuti simulasi pengamanan pemilu legoslative 2014. [cyn]

Rate this article!
Tags: