Pendataan Kependudukan Turunkan Angka Kejahatan

Surabaya, Bhirawa

Dispendukcapil Surabaya terus mensosialisasikan pentingnya pendataan penduduk. Kota Surabaya dengan penduduk homogen memiliki potensi kerawanan kejahatan yang tinggi dibanding daerah lain.

“Surabaya adalah kota besar, tingkat kejahatan dan kerawanan juga tinggi. Oleh sebab itu, pendataan kependudukan diperlukan”, ucap Kepala Dispendukcapil Surabaya , Suharto Wardoyo, saat bersosialisasi di Kelurahan Pakis , Selasa(11/2).

Menurut Suharto, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) telah  menghimbau kepada seluruh kelurahan dan perangkat yang bertugas untuk mendata penduduk dan menggiatkan laporan kependudukan.

Selain untuk melengkapi database dan data kependudukan, lanjutnya, hal itu untuk mengantisipasi terjadinya tindakan kejahatan atau pelanggaran terhadap peraturan dan hukum.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013, ada beberapa  perubahan kebijkana kependudukan antaranya, masa berlaku e-KTP yang semula 5 tahun diubah menjadi berlaku seumur hidup, penertiban akta kelahiran, pencatatan kematian, dan yang paling penting yaitu pengakuan anak wajib dilaporkan oleh orang tua pada instansi pelaksana.

Selain itu  pengurusan dan penertiban dokumen kependudukan tidak dipungut biaya atau gratis. Kecuali denda keterlambatan administrasi kependudukan tetap diperlakukan.

Dalam sosialisasi ini Kepala Camat Sawahan Surabaya Mus lich mengatakan bahwa pihaknya sangat setuju dalam sosialisasi tersebut, karena dari situ masyarakat bisa tertib dan kejelasan penduduknya.

” Baguslah mas, saya sangat mendukung kegiatan sosialisasi ini, dimana sudah tertera pada Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013″, ucap Mus Lich.

Dari data yang sudah ada saat ini Kecamatan Sawahan dengan jumlah penduduk 153.821 jiwa, yang memiliki Akta Kelahiran 62.505 jiwa dan yang belum memiliki Akta Kelahiran 91.316 jiwa.

Perbandingannya 40,63 persen yang memiliki Akta dan 59,37 persen yang belum memiliki Akta, dari sini sudah terlihat bahwa penduduk di Kecamatan Sawahan masih banyak yang belum mempunyai Akta Kelahiran hampir separuhnya.

Dalam acara ini Kusworo selaku tamu undangan yang mewakili dari Kelurahan Kupang Krajan RW3 Surabaya sangat antusias, karena dari sini saya bisa mendata penduduk saya yang rata-rata bertempat di wilayah Doly yang kebanyakan pendatang.

“Saya sangat setuju program Pemkot, terutama dalam kejelasan penduduk di wilayah saya, APBD penyerapannya untuk warga Surabaya,” tutur Kusworo saat menghadiri acara sosialisasi. [geh]

Tabel …

Kecamatan dengan Prosentase kepemilikan Akta Kelahiran Terendah

No.  Kecamatan  Jumlah Penduduk  Jumlah Penduduk Yang Memiliki Akta  %  Jumlah Penduduk Yang Belum Memiliki Akta  %
1.  Kenjeran  102.213  28.924  28,30%  73.289  71.70%
2.  Semampir  139.061  47.336  34,04%  91.725  65,96%
3.  Krembangan  79.201  29.379  37,09%  49.822  62,91%
4.  Tegalsari  79.367  29.607  37,30%  49.760  62,70%
5.  Sukolilo  69.525  27.684  39,82%  41.841  60,18%
6.  Sawahan  153.821  62.505  40,63%  91.316  59,37%
7.  Tambaksari  165.668  78.475  47,37%  87.193  52,63%
8.  Jambangan  29.272  14.191  48,48%  15.081  51,52%
9.  Mulyorejo  58.383  28.283  48,44%  30.100  51,56%
10.  Asemrowo  27.151  13.983  51,50%  13.168  48,50%