Pemkot Jamin Pertumbuhan Ekonomi Surabaya Aman

Pemkot Surabaya, Bhirawa
Situasi kota yang relatif aman, adanya kepastian hukum, dan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan, berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi di Kota Surabaya.
Banyak pengusaha berlomba-lomba untuk menanamkan investasinya di Kota Pahlawan. Hal ini selaras dengan predikat Kota Surabaya sebagai kota perdagangan dan jasa.
Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Surabaya,Widodo Suryantoro kepada wartawan di kantor Bagian Humas Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Senin (10/2) kemarin.
Menurut Widodo, dibukanya akses jalan Middle East Ring Road (MERR) atau jalan lingkar luar timur dan juga jalan lingkar barat, telah mendorong pertumbuhan ekonomi terus tumbuh. Faktanya, pertumbuhan ekonomi dan investasi di Kota Pahlawan, terus bergerak naik secara signifikan.
”Ketika infrastruktur dipenuhi seiring dibukanya akses jalan, otomatis pertumbuhan ekonomi di Kota Surabaya akan tumbuh. Apalagi, Surabaya juga aman untuk investasi. Bahkan, pernah ada data bahwa Surabaya ini kota teraman di dunia. Di awal tahun ini, pertumbuhan ekonomi sudah menyentuh satu digit. Sekarang sudah di angka 7,4 persen. Luar biasa investasi di Surabaya,” tegas Widodo Suryantoro.
Dikatakan Widodo, salah satu parameter tingginya aktifitas perekonomian di Kota Surabaya yang membuat kota ini layak disebut kota perdagangan dan jasa adalah banyaknya pengurusan perijinan yang masuk ke dinasnya.
Setiap hari, rata-rata ada 100 permintaan legalitas usaha seperti SIUP maupun TDP. ”Kadang memang turun, tetapi kadang naik. Per hari rata-rata ada permintaan 100 perijinan yang masuk,” sambung Widodo.
Selain pertumbuhan investasi yang terus bergerak naik, Disperdagin Kota Surabaya juga berupaya menekan angka inflasi di Surabaya. Meski fluktuatif alias bisa naik atau turun,angka inflasi di Surabaya kini berkisar di angka 4,3 persen. Menurut Widodo, angka ini lebih rendah dari angka inflasi profinsi dan juga nasional.
”Kata kunci untuk menjaga inflasi adalah pemenuhan kebutuhan di Surabaya tercukupi. Ketersediaan bahan-bahan pokok sangat penting. Karena itu, kami sering melakukan operasi pasar (OP) di gudang-gudang yang selama ini menjadi penempatan bahan pokok,” jelas mantan Kepala Bagian perekonomian Pemkot Surabaya ini.
Di Surabaya, ada empat kawasan yang selama ini menjadi lokasi pergudangan. Yakni kawasan kenjeran, Romokalisari, Wonokromo dan Perak. Jika terjadi inflasi, lokasi inilah yang menjadi sasaran operasi. “Sehingga tidak sampai terjadi gejolak harga,” sambung dia.
Sementara Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Kota Surabaya, Agus Eko Supiadi menegaskan, Kota Surabaya sekarang ini sudah menghindari jenis industry berat yang memakan lahan luas dan melibatkan PMA (Penanaman Modal Asing).
Karena itulah, dia membenarkan kalau angka PMA, utamanya untuk rupiah, seringkali turun. Industri Kecil Menengah alias IKM kini menjadi sasaran yang harus dikuatkan.
Ini merupakan syarat penting untuk pertumbuhan kota yang kuat. Termasuk untuk menyambut era Asean Free Trade Area (AFTA) yang akan diberlakukan pada 2015 mendatang.
Selain itu, Kota Surabaya juga focus pada investasi berteknologi tinggi seperti telekomunikasi dan teknologi informasi. “Kita lebih banyak ke teknologi informasi. Dan kita tidak bisa jalan sendiri. Kita harus lebih selektif untuk sumber daya manusia (SDM) nya. Untuk peningkatan kualitas SDM, kita bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja untuk melakukan pelatihan,juga bekerja sama dengan perguruan tinggi,” jelas Agus Eko.
Menurut Agus Eko, pihaknya sudah memiliki peta peluang potensi investasi di Kota Surabaya yang merupakan hasil konsultasi dengan konsultan dan juga kalangan akademisi. Peta wilayah tersebut didasarkan pada rencana tata ruang wilayah (RTRW) yang ada sekarang. Peta peluang potensi investasi tersebut memotret sebuah wilayah cocoknya dipakai untuk investasi apa.
“Misalnya Gubeng cocoknya untuk investasi apa, itu sudah terpetakan. Ini  sudah ada 12 unit pelayanan, sekarang sudah jadi delapan. Untuk tahun ini kita upayakan empat lagi,” ujar Agus Eko. [dre]