Pemkab Larang Menambang di Sungai Lahar

Blitar, Bhirawa
Karena status Gunung Kelud masih Siaga atau level III yang sebelumnya Awas pasca erupsi pada tanggal 13 Pebruari lalu, sampai saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar masih melarang para penambang pasir dan batu yang berada di kawasan Sungai Lahar.
Pasalnya Sungai Lahar merupakan kawasan bahaya aliran lahar dingin Gunung Kelud pasca erupsi dengan membawa material yang cukup banyak. Bahkan Pemkab Blitar akan memasang papan peringatan larangan menambang.
Keterangan ini diungkapkan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Linmas (Satpol PP dan Linmas) Kabupaten Blitar, Toha Mashuri. Untuk menjaga keselamatan bersama, hingga saat ini Pemerintah Kabupaten Blitar meminta warga tetap mewaspadai adanya lahar dingin dengan tingginya curah hujan pasca terjadinya erupsi Gunung Kelud. “Unuk itu warga di minta menjauh dari aliran kali lahar yang berhulu dari Gunung Kelud,” kata Toha Mashuri.
Selain itu berdasarkan pantauan Satpol PP dan Linmas Kabupaten Blitar, sampai saat ini masih banyak warga yang masih melakukan penambangan di sepanjang kali lahar. Bahkan Pemerintah Kabupaten Blitar juga sudah melakukan penertiban, namun setelah pergi para penambang ternyata masih nekad dan kembali lagi untuk melakukan penambangan. “Sebenarnya ini kami lakukan demi keselamatan mereka, untuk itu kami himbau untuk menaati himbauan ini,” ujarnya.
Lebih jauh Toha Mashuri mengungkapkan sampai saat ini sepajang kali lahar itu sangat berpotensi adanya lahar dingin akibat hujan di puncak Gunung Kelud, untuk itu dalam waktu dekat akan dilakukan pemasangan papan peringatan yang berisi larangan menambang. Hal ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi, menyusul sampai saat ini status kelud masih siaga atau level III. “Ini sebagai bentuk peringatan akan bahaya lahar dingin yang sewaktu-waktu bisa dating, sehingga semua harus waspada dan berhati-hati,” jelasnya lagi.
Sementara itu, papan larangan itu di antaranya akan dipasang Kali Badak di Kecamatan Ponggok dan Nglegok, Kali Termas Lama di Kecamatan Wonodadi dan Udanawu, Kali Termas Baru di Kecamatan Udanawu, Kali Putih di Kecamatan Garum dan Gandusari, Kali Lekso di Kecamatan Gandusari, Wlingi, dan Selopuro, serta Kali Semut di Kecamatan Wlingi dan Gandusari. [htn]

Tags: