Pemkab Data Pedagang Pasar Kauman

Sidoarjo, Bhirawa
Para PKL dan Pedagang Pasar Kauman yang menempati sepanjang jalan arah barat, tepatnya di sebelah selatan pertokoan Matahari Jl Gajah Mada Sidoarjo, setelah dilakukan pendataan sementara mereka ingin masuk kedalam gedung eks Matahari semuanya.
Sebab gedung yang disewa oleh Matahari Departemen Store sudah habis masa kontrak dengan Pemda Sidoarjo, pada akhir 28 Oktober  2013. Akhirnya Pemda mempercayakan kepada PD. Aneka Usaha, badan usaha milik Pemda Sidoarjo untuk mengelola atau ditempati UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) secara penuh.
Diduga tidak mempunyai pengalaman dalam pengelolaan maupun pembinaan terhadap UMKM, khususnya PKL dan pedagang pasar. PD. Aneka Usaha menyerahkannya/melimpahkan kepada SKPD terkait, yakni Bagian Perekonomian dan Dinas Koperasi Perindag dan UMKM.
Dirut PD Aneka Usaha milik Pemkab Sidoarjo Amral Soegianto saat ditemui di Pendopo Kabupaten kemarin mengatakan, kalau untuk pendataan PKL dan Pedagang Pasar telah kami serahkan pada Bagian Perekonomian Sekretariat Pemkab. ”Saya tak ikut-ikut soal pendataan, tanya saja ke Kabag Perekonomian,” kilah Amral sambil melambaikan tangan menolak komentar.
Terpisah, Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Pemkab Sidoarjo, Drs Sudibyo MSi, akhir pekan membenarkan kalau pihaknya mendapat wewenang untuk mendata PKL dan pedagang yang ada di sekitar pertokoan Matahari itu. Kami hanya melakukan pendataan, siapa-siapa pedagang yang bisa masuk kedalam gedung eks Matahari setelah direnovasi nantinya.
Setelah dilakukan pendataan sementara ada sebanyak 41 PKL dan 137 pedagang pasar, tepatnya di samping selatan matahari kearah barat hingga sungai Sidokare semuanya berebut ingin masuk kedalam gedung eks pertokoan Matahari.
Melihat kondisinya seperti itu, kami harus memperketat terhadap aturannya, paling tidak PKL dan pedagang mana yang cocok dan layak masuk gedung. Mereka juga harus asli orang Sidoarjo dan ber KTP Sidoarjo. ”Kalau dimasukkan semua tidak mungkin, tempat juga sangat terbatas. Jadi harus ada prioritas yang memenuhi syarat di dalam gedung,” katanya.
Disisi lain, hingga kini gedung itu masih utuh, belum tahu proses pelelangannya, sejauh mana. Karena yang mengerti proses pelelangan dan pengerjaannya adalah DPPKA (Dinas Pendapatan Pengelola Keuangan dan Aset). ”Jadi kami harus menunggu gedung itu siap. Harapan kami semoga renovasinya segera cepat dilakukan,” harap Sudibyo. [ach]

Rate this article!