KPU Pasuruan Belum Terima Surat Suara untuk DPR RI dan DPRD

contoh-surat-suaraPasuruan, Bhirawa
Meski pesta demokrasi Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) kurang 41 hari, namun Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pasuruan belum menerima surat suara untuk DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten. KPU baru menerima surat suara untuk Dewan Perwakilan Daerah (DPD).
Divisi Logistik dan Keuangan KPU Kabupaten Pasuruan Titin Wahyuningsih mengatakan meski baru sebagian surat suara yang dikirim, namun hal itu belum bisa dikatakan terlambat. Karena pengiriman surat suara dari KPU Pusat masih berlangsung hingga 20 Maret nanti. “Tidak ada yang terlambat, karena pengiriman surat suara masih berlangsung. Nantinya total keseluruhan untuk surat suara yang kami terima sebanyak 4.789.462 ribu,” ujar Titin Wahyuningsih, Rabu (26/2).
Menurut Titin, pihaknya baru menerima surat suara untuk DPD. Namun jumlah surat suara yang datang hanya 20% dari jumlah surat suara DPD keseluruhan, yakni 300 dus, setiap dus berisi 800 lembar. “Surat suara DPD yang datang hanya 240 ribu atau sekitar 20 persen. Sedangkan total jumlah yang dibutuhkan untuk DPD sebanyak 1.197.365,” kata Titin Wahyuningsih.
KPU Kabupaten Pasuruan akan melibatkan 600 warga untuk melakukan pelipatan kertas suara. Rencananya, jika surat suara untuk DPD sudah dikirim seluruhnya, baru akan dilakukan pelipatan kertas suara. “Kami sudah siapkan tenaga pelipatan sebanyak 600 orang. Untuk melipat 4,5 juta suara lebih dibutuhkan maksimal 12 hari. Harapan kami agar surat suara segera datang, supaya pelipatan bisa segera dilakukan,” imbuh Titin Wahyuningsih.
Titin menjelaskan untuk kebutuhan logistik kotak suara dan bilik suara sudah seluruhnya siap. Termasuk juga logistik yang belum dikirimkan yaitu form dan segel. “Pendistribusian kotak suara, bilik suara, kelengkapan alat pendukung pencoblosan sudah kami lakukan ke PPK dan PPS,” tegasnya.
Sementara itu, KPU Kabupaten Pasuruan menargetkan angka partisipasi Pileg 2014 ini lebih tinggi daripada Pemilu 2009 lalu. Targetnya yakni mencapai 75%. Tentunya target itu didukung sosialisasi kepada masyarakat agar bisa turut serta dalam menyukseskan Pemilu 2014. “Pada 2009 angka partisipasi jumlah para pemilih mencapai 72 persen. Untuk tahun ini target kami 75 persen. Kami optimistis target itu akan terpenuhi. Kami juga akan dukung sosialisasi penuh kepada masyarakat,” jelas Wiwik Winarningsih, Divisi SDM, Hupmas dan Organisasi.¬† [hil]

Tags: