Bupati Lepas 400 Mahasiswa PKL di Turen

Kab Malang, Bhirawa
Bupati Malang H Rendra Kresna, melepas dan memberangkatkan mahasiswa Sekolah Tinggi Kesehatan (STIKes) Kepanjen dan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Raden Rahmat Kepanjen. Mereka akan menjalani Program Pengabdian Masyarakat Terpadu di wilayah Kecamatan Turen dan Bantur, Kabupaten Malang.
“Kolaborasi seperti ini pertama kali diadakan di Kabupaten Malang, dimana pesertanya berjumlah 300 mahasiswa diantaranya 100 Mahasiswa STIKes dan 200 mahasiswa STAI Raden Rahmat yang akan terjun untuk Praktek Kerja Lapangan (PKL). Sedangkan kolaborasi itu agar bisa menerapkan antara kesehatan fisik dan mental  atau rohani,” ungkap Rendra, usai melepas dan memberangkatkan 300 mahasiswa STIKes Kepanjen dan Mahasiswa STAI Raden Rahmat Kepanjen, di Pendapa Agung Kabupaten Malang, kemarin Selasa (25/2).
Menurutnya, pembekalan saat kuliah sebelum terjun sangat diperlukan berupa sosialisasi untuk memberikan pemahaman tentang dunia kerja. Karena pola pikir mahasiswa yang baru akan memasuki dunia kerja masih idealis dan pola pandang mahasiswa dengan orang yang sudah bekerja pasti berbeda. Sehingga dengan mereka terjun ke masyarakat, maka pemikiran mereka akan lebih luas, dan juga akan memahami apa yang dibutuhkan masyarakat.
“Dengan memanfaatkan waktu PKL selama bulan, maka para mahasiswa itu akan lebih mengetahui kondisi masyarakat. Sehingga hal itu juga akan bisa menjadi amanat bagi mahasiswa tatkala nanti menjadi pemimpin masyarakat. Misalnya, penderitaan psikologis seperti anak-anak yang membutuhkan kasih sayang orang tua yang sudah lama meninggal,” tutur Rendra.
Ditempat yang sama, Ketua STAI Raden Rahmat Drs KH Mahmud Zubaidi MA menambahkan, kolaborasi PKL mahasiswa STAI bersama STIKes, hal tersebut dalam mendukung pembangunan di Kabupaten Malang. Selain itu, juga akan menguatkan mental spiritual demi mewujudkan Program Tri Dharma perguruan tinggi untuk mengabdi kepada masyarakat.
“Contohnya, mahasiswa STAI Kepanjen ikut terjun menjadi relawan ketika bencana erupsi Gunung Kelud seperti memberikan sumbangan sembako dan masker, pada masyarakat di wilayah Kecamatan Ngantang dan Kasembon. Sehingga mahasiswa mendekatkan diri dan mengabdi kepada masyarakat sebagai ta’arruf kerukunan umat beragama”, paparnya.
Mahmud menambhakan, dalam PKL tersbut juga diperlukan pembekalan ilmu non teknologi pembinaan mental fisik, diantaranya ikut serta dalam membangun jembatan desa. Dan tidak hanya itu, pada saat ada pengajian yang diselenggarakan di desa, maka mereka harus bisa memberikan ilmumya.
Dengan kolaborasi PKL dengan STIKes, secara otomatis mahasiswa STAI bisa mengambil ilmunya dari segi kesehatan. Dan sebaliknya, mahasiswa  STIKes juga akan mendapatkan ilmu agama dari STAI Raden Rahmat, jadi bisa terjalin kerjasama yang baik. [cyn]

Tags: