19 Perguruan Tinggi Kedinasan Buka Pendaftaran

Kemen-PANRB, Bhirawa
Pemerintah kembali membuka penerimaan calon mahasiswa pada lembaga pendidikan kedinasan sebagai salah satu jalur seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Tahun ini, terdapat 9.176 kursi calon mahasiswa taruna-taruni yang terbagi di 19 lembaga pendidikan tinggi kedinasan dari delapan kementerian/lembaga. yang membuka kesempatan bagi generasi muda yang memenuhi syarat untuk mengikuti seleksi.
Kedelapan kementerian dan lembaga yang membuka penerimaan adalah Kementerian Keuangan (PKN STAN) 3.000 kursi, Kementerian Dalam Negeri (IPDN) sebanyak 1.700 kursi, Badan Siber dan Sandi Negara (STSN) 100 kursi, Kementerian Hukum dan HAM (Poltekip dan Poltekim) 600 kursi, Badan Intelijen Negara (STIN) 250 kursi, Badan Pusat Statistik (Politeknik Statistika STIS) 600 kursi, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (STMKG) 250 kursi, dan Kementerian Perhubungan dengan 11 Sekolah Tinggi, Poltek, dan Akademi yang membuka 2.676 kursi.
Seperti tercantum dalam pengumuman nomor: B/393/S.SM.01.00/2019, pendaftaran dilakukan secara online melalui portal https://sscasn.bkn.go.id. “Pelamar hanya diperbolehkan mendaftar satu program studi pendidikan kedinasan. Kalau mendaftar lebih dari satu, otomatis akan gugur” jelas Sekretaris Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Dwi Wahyu Atmaji di Jakarta, Jumat (29/03).
Penerimaan sekolah kedinasan ini akan melalui beberapa tahapan seleksi. Setelah berhasil melakukan pendaftaran, pelamar akan mengikuti seleksi administrasi. Bagi yang lolos berhak mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dengan sistem Computer Assisted Test (CAT). Untuk tahapan seleksi lainnya diatur oleh masing-masing kementerian/lembaga.
Hanya peserta yang lulus keseluruhan tahapan seleksi yang berhak mengikuti pendidikan. Sedangkan untuk pengangkatan menjadi CPNS akan dilakukan setelah dinyatakan lulus pendidikan dan telah memperoleh ijazah dari Lembaga Pendidikan Kedinasan yang bersangkutan.
Atmaji mengimbau kepada masyarakat yang mengikuti penerimaan calon siswa-siswi/taruna-taruni tahun 2019 untuk selalu berhati-hati atas kemungkinkan terjadinya penipuan terkait penerimaan siswa-siswi/taruna-taruni. “Tidak ada satu pihak pun yang dapat membantu kelulusan. Apalagi kalau ada pihak yang menjanjikan kelulusan dengan keharusan menyediakan sejumlah. Itu dipastikan penipuan, karenanya jangan percaya, dan jangan dilayani,” tegasnya. [tam]

Tags: