150 ASN Terima Tanda Kehormatan Satya Lencana

150 ASN Terima Tanda Kehormatan Satya Lencana

Pemprov, Bhirawa
Menjelang peringatan HUT ke 74 RI, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyerahkan tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya kepada 150 orang Aparatur Sipil Negara (ASN). Tanda kehormatan tersebut diberikan kepada para ASN yang telah memenuhi masa pengabdian selama 10 tahun, 20 tahun dan 30 tahun.
“Ini berlaku untuk ASN seluruh Indonesia. Seperti kementerian, lembaga, pemkab, pemprov. Biasanya memang dirangkaikan dengan rangkaian peringatan 17 Agustus,” kata Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis (15/8).
Penghargaan Satyalencana Karya Satya diberikan berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 29/TK/Tahun 2019 tentang Penganugerahan Tanda Kehormatan Satyalencana Karya Satya. Orang nomor satu di Jatim itu berharap, dengan disematkannya penghargaan tersebut nantinya dedikasi serta pengabdian para ASN akan bertambah baik.
“Harapan kami mereka akan terus bisa meningkatkan dedikasi dan pengabdian terbaiknya. Tentu untuk masyarakat Jawa Timur dan untuk masyarakat Indonesia pada umumnya,” harapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Khofifah juga memberikan penghargaan Manggala Karya Kencana kepada Bupati Tuban Fathul Huda. “Kalau yang Manggala Karya Kencana itu titipan dari Kepala Bkkbn karena, penghargaan kepada Bupati Tuban kebetulan beliau tidak sempat rawuh pada Harganas yang lalu,” terangnya.
Untuk diketahui, 150 ASN penerima penghargaan itu diantaranya terdiri dari Eselon II 8 orang, Eselon III 27 orang, Eselon IV 31 orang, Staff atau pelaksana 84 orang. Dari total tersebut terbagi menjadi 49 orang selama 30 tahun, 67 orang selama 30 tahun dan 34 selama 10 tahun.
Atas penghargaan tersebut, Khofifah berharap ASN dapat semakin bersemangat dan meningkatkan dedikasi serta pengabdiannya di lingkungan Pemprov Jatim. Mereka bisa bekerja semakin baik dan produktif ke depannya.
Khofifah menegaskan, saat ini ASN di lingkungan Pemprov Jatim dituntut bekerja lebih cepat, lebih efektif-efisien, lebih tanggap dan transparan, akuntabel dan responsif sebagaimana tag line pemprov Jatim CETTAR. Berbagai inovasi layanan publik terus dilakukan agar efektifitas dan tansparansi dapat dimaksimalkan.
Sebelumnya, Khofifah juga menerangkan tentang pentingnya ukuran kinerja ASN. Salah satunya diukur berdasarkan kehadiran secara fisik. Hal ini menyikapi munculnya wacana tentang PNS yang diperbolehkan bekerja dari rumah. Menurut Khofifah, sangat berbeda layanan-layanan publik yang diikuti dengan tertib administrasi.
“Jadi tertib administrasi menjadi bagian penting karena menggunakan anggaran negara yang sebagian besar bersumber dari pajak rakyat,” ungkap Khofifah.
Khofifah mengungkapkan, faktor akuntabilitas PNS cukup banyak, tidak hanya kinerja dan produktifitas tapi juga kehadiran secara fisik. Karena ada kewajiban administratif yang memang harus diselesaikan dan dipertanggungjawabkan secara terukur.
“Makanya ada indeks kinerja utama (IKU), SAKIP, pemeriksaan BPK, juga kalau sampai ada pelanggaran dengan APH. Karena itu, PNS tetap harus mengikuti hari kerja dan jam kerja,” pungkas dia. [tam]

Tags: